SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IHSG Reli Delapan Hari, Analis Incar SMGR hingga K...

Finansial

IHSG Reli Delapan Hari, Analis Incar SMGR hingga KIJA untuk Selasa

IHSG menguat 0,91% ke 6.231 pada Senin, melanjutkan reli delapan hari berturut-turut. Analis dari berbagai sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk perdagangan Selasa (21/7), di tengah bayang-bayang RDG Bank Indonesia dan eskalasi konflik AS-Iran.

Cek Rekomendasi Teknikal Saham SMGR, INKP, dan MAPI untuk Selasa (21/7)

Delapan sesi. Itu jumlah hari IHSG terus menguat tanpa jedah, dan Senin kemarin menambah satu lagi ke catatan itu. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 56,24 poin atau 0,91% ke level 6.231,78, dengan 399 saham berhasil menguat dan 210 terkoreksi. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia menembus Rp16,25 triliun dengan volume 35,11 miliar saham, angka yang menunjukkan partisipasi pasar cukup hidup.

Tapi jangan terlena dulu. IHSG kini mendekati zona resistance kritis di 6.300-6.400, yang kebetulan berhimpitan dengan descending trendline dan MA 55-hari. Ciptadana Sekuritas Asia memperkirakan indeks hari ini bergerak di kisaran 6.079 hingga 6.300, dengan kemungkinan penutupan lebih rendah. Kegagalan breakout di area itu bisa memantik pullback ke support 6.000-6.100.

Ada dua tekanan eksternal yang tidak bisa diabaikan. Konflik militer AS-Iran yang memasuki hari kesembilan telah mendorong harga minyak Brent naik 1,27% ke US$89,2 per barel, sementara rupiah tergerus 47 poin ke Rp17.942 per dolar AS. Besok, pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi katalis yang paling ditunggu, dengan konsensus pasar memperkirakan kenaikan BI Rate ke 6,00%. Kalau data ini bisa dipercaya, skenario rate hike nyaris sudah terprice-in.

Dalam kondisi seperti ini, beberapa analis tetap memetakan peluang trading jangka pendek.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda merekomendasikan buy on breakout untuk PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Saham ini ditutup stagnan di Rp1.505 pada Senin, tengah menguji resistance 1.530. Indikator MACD yang masih mengarah naik menjaga momentum, dan jika volume ikut mendukung breakout di atas level itu, target harga Rp1.575-1.630 terbuka lebar. Support diletakkan di Rp1.480.

Berbeda dari SMGR, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sudah bergerak lebih dulu. Saham ini menguat 2,30% ke Rp7.800 dan membentuk fase bullish consolidation yang, menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta, ditopang sinyal positif dari Stochastics K_D dan RSI. Rekomendasi add, dengan resistance di Rp8.350 dan support di Rp7.450.

Satu yang patut diwaspadai adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Head of Online Trading BCA Sekuritas Achmad Yaki mencatat munculnya hanging man candle di saham ini, dengan RSI melemah dan volume perdagangan yang menyusut. MAPI ditutup turun 0,99% ke Rp1.505, dan rawan tergerus lebih dalam jika gagal bertahan di atas area 1.510-1.550. Rekomendasinya sell on strength, dengan support Rp1.445 dan resistance Rp1.550.

Tim Analis Bareksa melempar tiga nama quick trade untuk Selasa ini: PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA). Ketiganya sudah membentuk breakout di atas MA20 dan MA50 dengan momentum beli yang menguat.

WIFI mencatatkan momentum terkuat dari ketiganya, meski RSI di 69,76 sudah mepet area overbought. Prioritas entry ada di Rp1.630-1.715 dengan target Rp2.100-2.160. TOBA, yang diuntungkan sentimen harga minyak dan komoditas energi, cocok dimasuki di kisaran Rp390-408 dengan target Rp496-510. Agaknya TOBA jadi pilihan yang lebih nyaman kalau RDG BI besok benar-benar menaikkan rate, mengingat sektor energi relatif lebih tahan terhadap tekanan suku bunga dibanding sektor lain. KIJA menawarkan RSI paling rendah di antara ketiganya, yakni 59,60, yang artinya ruang kenaikan masih lebih luas. Entry prioritas di Rp126-128, target Rp144-148.

Pertanyaannya: berapa lama reli ini masih bisa ditopang?

Pasar Asia pagi ini bergerak bervariasi. Nikkei 225 naik 0,8%, Kospi cuma tambah 0,1%, sementara S&P/ASX 200 Australia amblas 0,58%. Wall Street semalam kompak merah, dihajar naiknya harga minyak akibat tensi AS-Iran. Kombinasi itu membuat arah IHSG hari ini tidak sepenuhnya mudah ditebak, terlepas dari reli panjang yang sudah berjalan delapan sesi.