SABTU, 17 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IHSG-LQ45 Rebound Juli Ini, UNVR dan AMRT Masih Te...

Finansial

IHSG-LQ45 Rebound Juli Ini, UNVR dan AMRT Masih Terpuruk

IHSG menguat 8% sepanjang Juli 2026 ditopang afirmasi peringkat kredit BBB dari S&P Global, sementara LQ45 melesat 11,81%. Sayangnya, tidak semua konstituen ikut pesta.

IHSG Rebound, Tapi UNVR-AMRT Terburuk di LQ45 - Market

Sepanjang Juli 2026, IHSG bangkit dari guncangan bulan sebelumnya, membukukan penguatan 8% secara month-to-date hingga Jumat (17/7/2026). Bukan angka kecil.

Bahan bakar utama reli ini datang dari S&P Global Ratings, yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, keduanya dengan outlook stabil. Bagi pelaku pasar, ini sinyal penting: persepsi risiko Indonesia di mata investor global tidak memburuk. Afirmasi itu, kalau data ini bisa dipercaya sebagai cermin sentimen, bak gayung bersambut dengan selera risk-on yang memang sedang menguat di kalangan investor asing.

Indeks LQ45, yang memuat saham-saham paling likuid di bursa, justru berlari lebih kencang. Kenaikannya menyentuh 11,81% dalam periode yang sama, mengindikasikan bahwa capital inflow lebih terkonsentrasi di saham berkapitalisasi besar. Wajar, eh, bukan wajar saja sebenarnya, ini pola klasik: saat sentimen membaik, asing biasanya masuk lewat pintu yang paling mudah dibuka terlebih dahulu.

Tapi tidak semua tiket pesta LQ45 laku. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tercatat sebagai konstituen dengan return terburuk sepanjang Juli, masih terbenam sementara indeks sudah double digit. Agaknya keduanya menanggung beban sentimen sektoral tersendiri yang belum bisa dikompensasi oleh optimisme makro.

Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 menjadi top gainers yang mengerek indeks. Gelombang penguatan juga merambat ke emiten lapis dua dan tiga, melesat searah IHSG meski dengan volume dan likuiditas yang berbeda karakter. Momentum semacam ini biasanya dimanfaatkan trader jangka pendek untuk merotasi portofolio ke saham yang belum kebagian jatah naik.

Pertanyaannya sekarang: apakah UNVR dan AMRT bakal menyusul, atau justru semakin tertinggal ketika momentum reli mulai kehilangan tenaga? MTD LQ45 yang sudah di atas 11% membuat ruang kenaikan lanjutan kian sempit. Biasanya giliran saham-saham laggard yang jadi incaran berikutnya, atau malah yang pertama dilepas saat profit taking tiba.