SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  IHSG Jual-Beli Arah di Awal Sesi, Pasar Masih Gama...

Finansial

IHSG Jual-Beli Arah di Awal Sesi, Pasar Masih Gamang

IHSG dibuka bergejolak pada Selasa pagi setelah ditutup menguat 0,69% ke 5.916 kemarin, dengan analis terbagi soal arah indeks hari ini.

IHSG Diproyeksi Lesu Hari Ini

Sesudah membukukan kenaikan tipis 40 poin kemarin, IHSG langsung diuji di sesi pertama Selasa (7/7/2026). Indeks sempat menguat 0,31% ke 5.933 saat pembukaan, tapi dalam waktu kurang dari 20 menit berbalik melemah 0,41% ke 5.892. Gerakannya liar. Dan pasar, jelas, belum tahu mau ke mana.

Bursa Asia pagi ini terbelah. PSEi Filipina, Straits Times Singapura, Hang Seng Hong Kong, dan Topix Jepang kompak membuka di zona hijau. Tapi NIKKEI 225, KOSPI, Shanghai Composite, CSI 300, hingga bursa Malaysia dan Vietnam justru memerah sejak awal. Peta yang terpecah seperti ini biasanya membuat IHSG bermain menunggu, menahan diri sebelum memilih kubu.

Dua puluh menit pertama sesi mencatat volume 3,08 miliar saham, nilai transaksi Rp1,42 triliun, frekuensi 250.291 kali. Cukup aktif untuk ukuran pembukaan. Belum cukup untuk membaca siapa yang dominan.

Dua analis dengan beda pandangan mewarnai proyeksi hari ini. Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menilai IHSG masih rawan lanjut koreksi. Dalam riset hariannya, ia memperkirakan indeks berpotensi tergerus ke kisaran 5.472 hingga 5.540, meski skenario pembalikan arah tetap ia buka. Support kritis versi Herditya ada di 5.486 dan 5.317, resistance pertama di 6.007. Saham pilihannya: BBRI, MDKA, TINS, dan XCEG.

Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas berdiri di sisi lain peta. Tren naik, menurutnya, masih terjaga. "IHSG berpotensi menguji target kenaikan di level 5.985. Level 5.739 menjadi support yang perlu dicermati," tulisnya dalam riset harian. Ivan merekomendasikan ADRO, BBNI, CPIN, EMTK, dan ICBP.

Perbedaan proyeksi kedua analis itu, jujur saja, agaknya cermin dari kebingungan pasar itu sendiri. IHSG kemarin ditutup di 5.916 dengan nilai transaksi Rp9,43 triliun dan 19,77 miliar saham berpindah tangan. Sebanyak 386 saham menguat, 242 terkoreksi, 155 stagnan. Hasil yang positif, tapi tidak cukup kuat untuk meredam tanya soal kelanjutan tren.

Bagi investor ritel, kondisi gamang seperti ini agaknya lebih baik disikapi dengan selektif. Pilih saham dengan katalis fundamental yang jelas, bukan ikut arus momentum yang belum terbentuk.