KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  IHSG Dua Hari Hijau, tapi Asing Tak Juga Balik Ara...

Bisnis

IHSG Dua Hari Hijau, tapi Asing Tak Juga Balik Arah

IHSG mencatat penguatan selama dua sesi berturut-turut di awal Juli 2026, namun tekanan jual asing belum menunjukkan tanda berhenti, dengan akumulasi net sell yang terus menumpuk.

Masuk Kuartal III 2026, Net Sell Asing Masih Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dua hari berturut-turut IHSG menguat, tapi jangan keburu senang dulu. Investor asing masih konsisten angkat kaki dari pasar saham domestik, dan rupiah yang terus tergerus terhadap dolar AS menjadi bayang-bayang yang sulit diabaikan.

Pada perdagangan Rabu (1/7), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik 0,92% ke level 5.695,12. Kamis (2/7), indeks kembali menguat 0,87% ke 5.744,55, sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang juga menghijau. Dua sesi, dua kenaikan. Lumayan.

Tapi di balik angka-angka itu, ceritanya tidak semenggembirakan indeksnya. Net sell asing Rabu tercatat Rp 577,68 miliar, lalu Kamis menyusut ke Rp 237,87 miliar. Agaknya ada sedikit moderasi dari sisi tekanan jual, eh, maksudnya: ada pelonggaran, bukan pembalikan. Asing masih keluar. Titik.

Kalau dijumlah dengan catatan pekan-pekan sebelumnya, tekanan ini bukan hal kecil. Pekan lalu indeks sempat jebol ke level 5.800 dengan net sell menembus Rp 6 triliun. Awal pekan ini pasar masuk dengan beban net sell Rp 3,43 triliun. Bukan angka yang bisa dianggap sepi.

Pertanyaannya wajar: penguatan indeks ini datang dari mana kalau asing terus jual? Bisa jadi investor domestik, baik ritel maupun institusi lokal, yang menahan indeks agar tidak amblas lebih dalam. Pola klasik, sebetulnya. Tapi daya tahannya ada batasnya, dan pasar tahu itu.

Rupiah yang masih tertekan terhadap dolar AS jadi variabel yang terus dipantau pelaku pasar. Selama tekanan mata uang belum mereda, sulit berharap arus modal asing berbalik arah dalam waktu dekat. Ini bukan soal sentimen sesaat. Ini soal fundamental yang belum berubah.

Memasuki Jumat (3/7), sesi terakhir sebelum libur akhir pekan, pasar perlu membuktikan apakah momentum dua hari ini bisa bertahan atau sekadar technical bounce. IHSG yang masih jauh di bawah 6.000 cukup berbicara sendiri: kalau pun pemulihan sedang berjalan, jalannya masih panjang.