Sektor energi dan barang baku jadi penyelamat IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026). Indeks naik 67,1 poin atau 1,1% ke level 6.162 setelah sebelumnya sempat terjerembab ke 5.966,8, rentang hampir 200 poin dari titik terendah ke penutupan. Pemulihan yang lumayan dramatis untuk satu sesi.
Dua sektor penopang penguatan ini bukan sektor defensif biasa. Energi melesat 6,85%, barang baku melonjak 4,84%, jauh meninggalkan sektor lain. Pemicunya: rumor bahwa Indonesia akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis hingga 1 Januari 2027. Phintraco Sekuritas menilai penundaan ini memberi periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut. Satu sentimen, jujur saja, yang cukup untuk menggerakkan saham-saham komoditas dalam satu sesi penuh.
Aksi asing pun cukup selektif. MDKA jadi primadona dengan net buy Rp 173,6 miliar, jauh di atas emiten lainnya. Posisi kedua dan ketiga ditempati TINS (Rp 80,9 miliar) dan INCO (Rp 73,2 miliar). Tiga besar ini semuanya emiten tambang logam. Bukan kebetulan, kalau data ini bisa dipercaya sebagai cermin dari narasi penundaan kebijakan komoditas yang sedang berhembus.
Deretan berikutnya diisi PTRO dengan net buy Rp 36,8 miliar, disusul BIPI Rp 18,7 miliar, ADRO Rp 16,4 miliar, dan INDY Rp 15,8 miliar. Nama-nama energi dan tambang mendominasi dari atas ke bawah. BUVA, EXCL, dan KIJA melengkapi sepuluh besar masing-masing dengan net buy Rp 14,8 miliar, Rp 14,5 miliar, dan Rp 13,5 miliar.
Gambaran keseluruhan asing tidak sepenuhnya positif, meski saham-saham tambang diserbu. Net sell asing di pasar reguler tembus Rp 1,07 triliun. Net buy di pasar negosiasi dan tunai senilai Rp 758,9 miliar hanya mengimbangi sebagian, sehingga secara agregat asing masih membukukan net sell Rp 309,4 miliar. Agaknya, aksi beli di saham tambang tadi didanai dari likuidasi posisi di tempat lain, bukan fresh money murni.
Total nilai transaksi bursa mencapai Rp 20,12 triliun. Sebanyak 466 saham menguat, 271 terkoreksi, 222 stagnan. Volume perdagangan 37,2 miliar saham dengan frekuensi 1,94 juta kali. Sektor finansial satu-satunya yang menutup sesi di zona merah, tergerus tipis 0,38%.
Euforia ini belum tentu berlanjut mulus ke Senin. MNC Sekuritas mengingatkan IHSG masih rawan koreksi dan berpotensi menguji level support 5.899. Rp 263 poin jaraknya dari penutupan kemarin. Tidak main-main. Untuk yang ingin tetap aktif, MNC Sekuritas merekomendasikan ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB untuk trading Senin (25/5/2026). Variabel paling penentu tetap satu: apakah rumor penundaan kebijakan komoditas itu akhirnya terkonfirmasi atau justru dibantah pekan ini.