KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  IGRS Ditunda, Komdigi Tegaskan Tidak Ada Pemblokir...

Tekno

IGRS Ditunda, Komdigi Tegaskan Tidak Ada Pemblokiran Gim

Kementerian Komunikasi dan Digital menghentikan sementara proses rating Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk evaluasi menyeluruh, sembari menegaskan tidak ada satu pun gim yang diblokir selama proses berlangsung.

Proses rating gim di Indonesia resmi dihentikan sementara. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan penundaan seluruh aktivitas Indonesia Game Rating System (IGRS) sambil menunggu investigasi dan evaluasi tuntas.

Satu hal yang langsung Komdigi garis bawahi: tidak ada pemblokiran. Penundaan hanya menyasar proses pemberian rating, bukan distribusi atau akses terhadap gim yang sudah maupun sedang beredar di pasar. Industri tetap jalan.

Keputusan ini muncul setelah publik menyoroti kesalahan tampilan rating IGRS di platform distribusi gim, termasuk Steam. Alih-alih menambal masalah di permukaan, Komdigi membentuk tim khusus dan melakukan audit menyeluruh. Cakupannya luas: kebijakan, sistem, proses, teknologi, organisasi, sampai sumber daya manusia.

"Sambil menunggu seluruh proses investigasi dan evaluasi ini selesai, kami memutuskan menunda sementara proses rating IGRS. Saya tegaskan sekali lagi, penundaan ini sifatnya hanya sementara," ujar Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana.

Dari sisi industri, respons yang muncul agaknya lebih konstruktif dari yang dikhawatirkan banyak pihak. Asosiasi Game Indonesia (AGI) menyambut evaluasi ini sebagai momentum pembenahan.

Beberapa pelaku industri bahkan terlibat aktif dalam proses diskusi dengan pemangku kebijakan. Shafiq, salah satu perwakilan industri, menegaskan harapan agar IGRS menjadi katalis kemajuan, bukan tembok penghalang. "Kami berharap industri gim Indonesia bisa lebih maju lagi dengan adanya ini, bukan menjadi pembatasan. Kita memastikan semua yang kita buat itu berpihak terhadap industri gim Indonesia," katanya.

Reza, pelaku industri lainnya, ikut menekankan komitmen serupa. "Intinya implementasi IGRS menjadi lebih baik dan tidak akan menjadi halangan, semoga tetap ada calon-calon pelaku industri kreatif," ungkapnya.

Transparansi juga jadi kata kunci. Adam menyebut pihaknya aktif menyampaikan perkembangan evaluasi kepada komunitas pengembang dan ekosistem gim yang lebih luas, supaya sistem yang dihasilkan kelak benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

Kendala penerapan IGRS yang mencuat belakangan ini, entah kebetulan atau tidak, justru membuka ruang dialog antara regulator dan industri yang selama ini agak tersumbat. Bisa jadi itulah sisi paling berharga dari polemik ini.

Pertanyaannya sekarang: seberapa cepat evaluasi ini bisa tuntas, dan apakah IGRS versi perbaikan bakal cukup kredibel untuk diterima semua pihak?