Harga cabai di Bandung menyentuh Rp 120.000 per kilogram tepat di momen Idul Adha. Satu lagi catatan pahit yang sulit diabaikan.
Rabu (27/5/2026), nilai tukar rupiah tercatat Rp 17.831 per dolar AS, latar buram yang agaknya turut mewarnai 876 titik pelaksanaan shalat Idul Adha yang digelar serentak di Kota Bandung. Warga beribadah dengan khidmat. Tapi beban di dompet mereka nyata.
Bukan cuma cabai yang berulah. Di Pasar Kosambi, harga beras seharusnya mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah: Rp 13.500 per kg untuk beras medium, Rp 14.900 per kg untuk beras premium. Kenyataan di lapangan lain cerita. Rahmat Kurnia (62), pedagang beras di pasar itu, mengakui rata-rata transaksi berada di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kg. Sudah lama ia tidak lagi menjual di angka Rp 14.000. "Saya heran harga beras kian mahal meskipun stoknya terjamin. Seharusnya pemerintah lebih banyak berperan agar masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah," katanya.
Kalau stok aman, kenapa harga masih liar? Itu pertanyaan yang belum ada jawabnya.
Tekanan serupa dirasakan dari sisi konsumen. Ahmad (41), yang ditemui usai shalat Id di Masjid Al Ukhuwwah, merasakan langsung bagaimana kenaikan harga kebutuhan pokok menggerus daya belinya. Ongkos transportasi yang ikut melonjak memperparah keadaan, menyempitkan ruang gerak finansial yang memang sudah tidak lega. Ia berharap pemerintah lebih selektif membelanjakan anggaran dan fokus pada kebijakan yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan hadir dalam perayaan dan mengajak warga menjadikan momen ini sebagai refleksi semangat pengorbanan. "Sejak awal tahun sampai hari ini, kita justru mendapatkan banyak sekali berkah dalam berbagai macam bentuk kebahagiaan. Namun, tantangan masih sangat besar," katanya. Farhan juga memastikan 18.036 hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya dinyatakan layak potong, dengan pengawasan berlanjut hingga hari tasyrik.
Retorika pengorbanan memang selalu relevan di hari seperti ini. Tapi bagi warga yang tiap pagi harus kalkulasi ulang belanjaan karena harga cabai selangit, pengorbanan itu bukan kiasan. Sudah lama jadi kebiasaan.