KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  HyperOS 4 Xiaomi Dijadwalkan Meluncur Juli-Agustus...

Tekno

HyperOS 4 Xiaomi Dijadwalkan Meluncur Juli-Agustus 2026, AI Otonom Jadi Taruhannya

Xiaomi siapkan sistem operasi generasi berikutnya dengan asisten AI otonom bernama Miclaw sebagai inti, sementara HyperOS 3.1 sudah bergulir ke 40 perangkat secara global.

Xiaomi membuat langkah besar dengan HyperOS 4, meluncurkan senjata AI 'miclaw' miliknya.

Presiden Xiaomi Lu Weibing rupanya tidak bisa menahan diri. Di sela-sela pemaparan laporan keuangan kuartal pertama 2026 pekan lalu, ia secara implisit mengonfirmasi bahwa sistem operasi generasi berikutnya dari Xiaomi siap meluncur Juli atau Agustus tahun ini. Nama resminya belum diumumkan, tapi para pengamat industri sudah punya sebutan sendiri: HyperOS 4.

Ini bukan sekadar pergantian nomor versi. Xiaomi menempatkan kecerdasan buatan sebagai inti arsitektur sistem baru ini, dengan satu "senjata" yang mereka namai Miclaw. Bukan chatbot biasa. Asisten virtual ini dirancang sebagai agen otonom yang mampu menjalankan serangkaian tugas lintas aplikasi hanya dari satu perintah suara atau teks, mengirim pesan, mengatur jadwal, mengontrol perangkat smart home, semuanya tanpa pengguna harus menyentuh satu aplikasi pun.

Yang lebih ambisius, Xiaomi kabarnya tengah menggarap arsitektur OS mandiri buatan sendiri, lepas dari ketergantungan penuh pada platform pihak ketiga. Kalau terealisasi, langkah ini memberi Xiaomi kendali penuh atas optimalisasi software-hardware yang selama ini jadi keistimewaan eksklusif Apple. Bisa jadi ini memang arah yang sedang mereka bangun, bisa jadi juga masih sebatas ambisi di atas kertas.

Konteks bisnisnya cukup meyakinkan. Sepanjang kuartal pertama 2026, Xiaomi membukukan pendapatan 99,1 miliar yuan dengan laba bersih sekitar 6,1 miliar yuan. Lebih dari itu: kuartal ke-23 berturut-turut mereka bertahan di tiga besar pasar smartphone dunia. Harga jual rata-rata perangkat pun terus merayap naik, sinyal bahwa strategi segmen premium mulai berbuah hasil nyata.

Sementara HyperOS 4 masih matang di dapur, Xiaomi tidak membiarkan penggunanya menunggu kosong. Sekitar 40 model dari lini Xiaomi, Redmi, dan POCO sudah mulai menerima pembaruan HyperOS 3.1, yang dibangun di atas Android 16. Bukan sekadar tambalan: antarmukanya disempurnakan, respons sistem dioptimalkan, integrasi elemen cerdas diperdalam. Gelombang pertama diprioritaskan untuk pasar Tiongkok dengan model seperti Xiaomi 17, Xiaomi 15, dan seri Redmi K. Kini versi internasionalnya sudah tersedia di server global, termasuk untuk pasar Eropa dan Rusia.

Paralel dengan itu, perbaikan bug HyperOS 3 masih terus bergulir. Xiaomi 17 Pro Max menerima koreksi paling banyak di pembaruan terbaru: masalah kecerahan otomatis yang fluktuatif, peringatan palsu kuota data, hingga bug tampilan di Galeri. Pengguna Redmi K90 Pro Max yang Game Turbo-nya sempat bermasalah juga bisa lega sekarang. Agaknya Xiaomi ingin memastikan fondasi HyperOS 3 bersih sebelum melompat ke generasi berikutnya.

Pertanyaannya, kenapa repot-repot menjaga dua versi sekaligus? Polanya terbaca: HyperOS 3 dan 3.1 dijaga stabilitasnya untuk mempertahankan kepercayaan basis pengguna yang sudah ada, sementara sumber daya R&D diarahkan penuh ke HyperOS 4 sebagai taruhan jangka menengah. Kalau Miclaw berhasil tampil separuh semenarik klaimnya, persaingan di segmen AI smartphone bakal makin sengit. Bukan cuma melawan Samsung dan Apple, tapi juga sesama pemain Tiongkok seperti Huawei dan OPPO yang lebih dulu membangun ekosistem AI terintegrasi.

Juli-Agustus. Kurang dari tiga bulan.