SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Huawei Pura X Max Meluncur 20 April, Ultra Absen d...

Tekno

Huawei Pura X Max Meluncur 20 April, Ultra Absen dari Seri Pura 90

Huawei bersiap meluncurkan Pura X Max pada 20 April 2026, ponsel lipat horizontal dengan layar dalam 7,69 inci yang siap bersaing dengan iPhone fold Apple. Di sisi lain, seri Pura 90 justru absen varian Ultra untuk pertama kalinya.

Tanggal 20 April 2026 jadi momen yang lumayan padat buat Huawei Technologies Co. Produsen asal China itu dijadwalkan meluncurkan setidaknya tiga perangkat sekaligus: seri Pura 90, Pura X, dan yang paling ditunggu-tunggu, Pura X Max.

Pura X Max adalah ponsel lipat horizontal berbentuk buku, bukan clamshell vertikal seperti yang umum kita kenal. Layar dalamnya diklaim berukuran 7,69 inci dengan resolusi WQHD+, sementara layar luarnya 5,5 inci yang dirancang untuk kebutuhan cepat sehari-hari. Rasio aspek 16:10 dipertahankan, konsisten dengan DNA lini Pura X sebelumnya.

Bukan angka kecil untuk sebuah ponsel lipat.

Dapur pacunya mengandalkan chip Kirin 9030, prosesor yang juga dikabarkan mengisi seri Pura 90. Arsitektur 9-inti baru pada chip ini dijanjikan membawa peningkatan performa yang cukup substansial. Sistem kamera Quad Red Maple turut hadir, dengan penekanan pada peningkatan kemampuan lensa telefoto.

Yang bikin Pura X Max menarik secara strategis bukan sekadar spesifikasinya. Desain lipatan buku horizontal ini agaknya sengaja diarahkan untuk berkompetisi langsung dengan iPhone fold yang tengah disiapkan Apple dan kemungkinan besar meluncur September 2026. Samsung pun tak ketinggalan dengan Galaxy Z Fold 8 Wide yang kabarnya sedang dalam pengembangan. Segmen ponsel lipat berlayar lebar mendadak jadi arena baru yang semua pemain besar mau masuki.

Tapi ada satu hal dari peluncuran 20 April yang justru lebih mengejutkan dari kehadiran Pura X Max itu sendiri: ketidakhadiran varian Ultra di seri Pura 90.

Untuk pertama kalinya, Huawei memangkas varian tertinggi dari lini flagship-nya. Yang tersedia hanya Pura 90 Pro dan Pura 90 Pro Max. Posisi Ultra, yang biasanya jadi mahkota inovasi terutama di sektor kamera, kini dilimpahkan ke Pro Max.

Penyebabnya pragmatis, tidak ada yang bisa dibantah. Harga komponen memori yang melonjak membuat ongkos produksi perangkat ultra-premium bengkak. Kalau varian Ultra tetap dipaksakan rilis, harga jualnya diperkirakan bisa tembus CNY10.000 atau sekitar USD1.500, angka yang bahkan untuk segmen premium pun terasa keterlaluan. Lebih berat lagi, ketidakseimbangan pasokan dan permintaan memori diprediksi masih menghantui setidaknya hingga paruh kedua 2027.

Huawei bisa jadi bukan satu-satunya yang terpaksa begini. Sejumlah analis dan leaker industri menyebut langkah ini berpotensi diikuti brand lain yang menghadapi tekanan biaya serupa. Kalau tren ini meluas, bak dominonya jatuh satu per satu, struktur lini flagship smartphone bisa bergeser permanen, dengan Pro Max atau setaranya mengambil alih posisi puncak yang selama ini jadi hak Ultra.

Dua narasi besar dari satu peluncuran. Huawei berani masuk ke segmen lipat yang makin ramai, sekaligus terpaksa mundur dari tradisi Ultra yang selama ini jadi bagian dari identitasnya. Apakah ini adaptasi yang cerdas atau sinyal tekanan yang makin dalam? Pasar yang akan menjawab.