Kuala Lumpur, 14 Juli 2026. Huawei memilih Astana at Bamboo Hills sebagai panggung peluncuran Pura 90s, eh, bukan, hapus itu, sebagai tempat debut Pura 90s, dan Indonesia sudah masuk daftar negara yang menyusul.
Dua varian dihadirkan: Pura 90s Pro Max dan Pura 90s Pro. Keduanya mengandalkan chipset Kirin 9030s dengan baterai 6.000 mAh berteknologi SuperCharge, masing-masing mendukung pengisian 100W untuk Pro Max dan 66W untuk versi Pro. Bukan angka yang mengecewakan untuk segmen harganya.
Soal kamera, inilah yang agaknya bakal jadi bahan obrolan paling panjang. Pura 90s Pro Max membawa sensor telefoto 200 MP Ultra Large Sensor berukuran 1/1,28 inch, diklaim sebagai yang pertama di industri untuk konfigurasi sensor RYYB di ukuran itu. Pura 90s Pro hadir dengan resolusi 50 MP. Keduanya berbagi Ultra Lighting HDR Camera 50 MP yang diperkuat teknologi True-to-Colour Camera 2.0 untuk reproduksi warna yang, setidaknya di atas kertas, lebih akurat dari generasi sebelumnya.
Andrea Zimmer, Head of Product Huawei Technology, menyampaikan dua hal soal filosofi kamera Huawei. Pertama, bahwa kamera terbaik adalah yang selalu menemani pengguna saat hidup berjalan. Kedua, dan ini yang lebih teknis, bahwa "fotografi bukan sesimpel merekam, tapi bagaimana menangkap rasanya. Dengan True-to-Colour Camera, semua warna dihasilkan sesuai sehingga atmosfernya sama."
Harga yang dipasang cukup menantang. Pura 90s Pro dibanderol mulai EUR 899 atau sekitar Rp 18,5 juta untuk konfigurasi 12 GB/256 GB, dengan opsi 512 GB di kisaran Rp 21,6 juta. Pura 90s Pro Max masuk di angka Rp 23,6 juta untuk varian 12 GB/256 GB dan Rp 26,7 juta untuk kapasitas 12 GB/512 GB. Angka yang bisa jadi membikin sebagian calon pembeli berpikir dua kali, tapi bukan tanpa justifikasi.
Konektivitas 5G ditanamkan di kedua varian. Ekosistem aplikasi mencakup Google apps dari kategori produktivitas hingga perbankan dan belanja. Huawei juga menyematkan asisten AI Celia yang sanggup menangani beberapa perintah sekaligus dalam satu permintaan. Praktis? Di atas kertas, ya.
Peluncuran Pura 90s bukan satu-satunya yang ditunggu. FixedFocus, pembocor yang kerap akurat di segmen ini, menyebut Huawei tengah menggarap lompatan besar pada kamera depan untuk Mate 90 Pro Max dan Mate 90 RS Ultimate. Kalau bocoran ini bisa dipercaya, kedua perangkat itu akan menjadi yang pertama mendapat pembaruan serius di sektor selfie dalam beberapa generasi. Sasarannya jelas: kreator konten, pengguna video call intens, dan mereka yang hidupnya sebagian besar terdokumentasi lewat kamera depan.
Mate 90 dirumorkan meluncur sekitar September 2026 dengan chipset Kirin generasi baru dan integrasi HarmonyOS terbaru. Sensor kamera utama 200 MP buatan sendiri juga disebut masuk dalam paket, dipadukan dengan XMAGE generasi terkini. Huawei sendiri belum mengonfirmasi spesifikasi final perangkat tersebut.
400 ribu unit. Segitu penjualan Huawei Nova 16 yang tercatat pada pertengahan Juni lalu, naik lebih dari 217 ribu unit dalam hitungan minggu. Sinyal bahwa momentum Huawei di Asia Tenggara sedang tidak bisa dianggap enteng.
Buat konsumen Indonesia yang sudah mengincar Pura 90s, pertanyaannya tinggal satu: berapa lama harus sabar menunggu harga resmi lokal diumumkan.