Setelah debut di China pada April lalu, Huawei siap memperkenalkan Pura 90 Series ke panggung global. Lewat acara bertajuk "Now is Your Moment" di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Juli 2026, tiga varian sekaligus akan unjuk gigi: Pura 90, Pura 90 Pro, dan Pura 90 Pro Max.
Di China, seri ini sudah beredar dengan harga mulai 4.699 yuan atau sekitar Rp12,4 juta untuk varian standar. Pura 90 Pro dibanderol mulai 5.499 yuan (sekitar Rp14,5 juta). Pura 90 Pro Max? Mulai 6.499 hingga 8.499 yuan, atau Rp17 juta sampai Rp19 jutaan, tergantung konfigurasi RAM dan storage. Harga global belum diumumkan dan kemungkinan baru terkuak saat acara di Kuala Lumpur.
Kamera telefoto 200 MP pada Pura 90 Pro Max jelas jadi kartu truf paling agresif dalam seri ini. Sensor 1/1,28 inci itu menawarkan zoom optik 4x dengan focal length setara 96 mm, didampingi kamera utama 50 MP RYYB berteknologi LOFIC dan aperture variabel f/1.4-f/4.0, plus ultrawide 40 MP. Huawei mengklaim sistem telefoto Pro Max mampu menangkap cahaya lebih banyak dibanding flagship pesaing berkat struktur prisma khusus yang dikembangkan sendiri. Klaim yang, jujur saja, masih perlu dibuktikan di uji lapangan independen.
Pura 90 Pro menawarkan konfigurasi yang tetap kompetitif: kamera utama 50 MP RYYB 1/1,28 inci, telefoto 50 MP zoom optik 4x, dan ultrawide 12,5 MP. Keduanya ditenagai Kirin 9030S dengan peningkatan NPU hingga 200 persen dibanding generasi sebelumnya, baterai 6.000 mAh, pengisian 100W kabel dan 80W nirkabel, layar LTPO OLED refresh rate adaptif 1-120Hz, Kunlun Glass generasi kedua, serta sertifikasi IP68 dan IP69.
Varian standar Pura 90 hadir dengan proposisi yang berbeda. Layar datar 6,84 inci resolusi 1,5K, baterai 6.500 mAh, bodi setebal 6,9 mm, bobot 203 gram. Ramping, untuk ukuran baterai segitu.
Tapi yang bikin industri menahan napas bukan soal kamera. Selama beberapa tahun terakhir, perangkat Huawei di pasar global terkunci di 4G akibat sanksi teknologi AS sejak 2019. Nah, sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan unit Pura 90 Pro Max versi global dengan ikon 5G di status bar, kecepatan unduh diklaim menembus 1 Gbps. Lebih konkret lagi: perangkat bernomor model SCA-LX9 sudah muncul di database TKDN Kementerian Perindustrian Indonesia dengan nilai kandungan lokal 36,18 persen dan tercatat mendukung 5G. Entah kebetulan atau tidak, dua data poin ini bergerak ke arah yang sama.
Kalau benar Pura 90 Pro Max meluncur global dengan 5G, ini bukan sekadar upgrade spesifikasi. Ini sinyal bahwa Huawei mulai berhasil menavigasi labirin sanksi yang selama ini membatasi ruang geraknya di luar China.
Satu catatan untuk versi global: laporan menyebutkan perangkat internasional kemungkinan menjalankan EMUI 16 berbasis Android 16, bukan HarmonyOS 6.1 seperti versi China. Agaknya masih jadi kompromi yang harus dilakukan Huawei demi menjaga kompatibilitas ekosistem di pasar luar negeri.
Sementara Pura 90 Series bersiap menggebrak, Huawei sudah melirik langkah berikutnya. Mate 90 disebut-sebut debut September 2026 bersamaan dengan peluncuran chipset Kirin generasi baru. Ujian sesungguhnya buat Huawei: apakah ritme produksi yang sempat kacau selama dua tahun terakhir akibat keterbatasan chip benar-benar sudah pulih. Kalau Pura 90 Pro Max terbukti membawa 5G global, jawabannya mulai terlihat.