KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Huawei FreeClip 2 S Masuk Indonesia, Dibanderol Rp...

Tekno

Huawei FreeClip 2 S Masuk Indonesia, Dibanderol Rp3,4 Juta dengan Baterai 38 Jam

Huawei resmi membawa FreeClip 2 S ke Indonesia mulai 28 Agustus 2026, membawa desain open-ear premium, fitur Adaptive Listening berbasis AI, dan Bluetooth 6.0 di harga Rp3.499.000.

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia Pada 28 Agustus | Nextren

Harga Rp3.499.000 untuk sepasang earbud open-ear memang bukan angka yang ringan. Tapi Huawei agaknya cukup percaya diri bahwa FreeClip 2 S punya cukup amunisi untuk bertahan di segmen itu.

Perangkat TWS terbaru ini resmi masuk pasar Indonesia mulai 28 Agustus 2026, diluncurkan bersamaan dengan dua ponsel flagship, HUAWEI Pura 90s Pro dan Pura 90s Pro Max. Selama periode promosi hingga 27 September 2026, pembeli bisa mendapat benefit senilai Rp998.000, terdiri dari program 1 Tahun Lost Worry Free dan Custom Clip-On Earring. Dihitung-hitung, bundle ini lumayan.

Desain FreeClip 2 S mempertahankan konsep C-Bridge khas seri FreeClip: bentuk huruf C yang menjepit daun telinga tanpa menyumbat saluran telinga sama sekali. Filosofinya sederhana, pengguna bisa menikmati audio tanpa kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Tiap earbud berbobot 5,1 gram, dengan klaim bahwa geometrinya dikembangkan dari lebih dari 10.000 data bentuk telinga lintas negara. Kokoh saat lari, tidak mudah jatuh, bersertifikasi IP57 untuk ketahanan terhadap debu dan keringat. Ini memang kategori yang pas untuk pengguna urban aktif.

Finishing-nya naik kelas. Varian Deepsea Blue hadir dengan lapisan metallic glossy yang berkilau terkena cahaya, sementara charging case kini tampil lebih membulat dengan teknologi Non-Conductive Vacuum Metallization. Ruang internal case diperluas 20 persen, cukup untuk menampung earbud beserta aksesori clip-on tanpa perlu melepasnya. Huawei jelas mendorong FreeClip bukan sekadar sebagai perangkat audio, melainkan sebagai aksesori fesyen yang layak dipakai harian.

Dari sisi audio, dapur pacunya cukup serius untuk kelas open-ear. Driver dual-diafragma 10,8 mm dengan respons frekuensi 20 Hz hingga 20 kHz, dilengkapi Multi-EQ dan equalizer 10-band yang bisa diatur lewat aplikasi HUAWEI AudioConnect. Ada pula sistem gelombang suara terbalik yang diklaim meminimalisir kebocoran audio ke lingkungan sekitar, tantangan klasik pada desain open-ear yang sampai sekarang belum ada solusi sempurnanya.

Fitur yang paling menonjol adalah Adaptive Listening. Tiga level penyesuaian. Sistem berbasis AI NPU ini menganalisis kondisi suara sekitar secara real-time lalu menaikkan atau menurunkan volume secara otomatis ketika pengguna berpindah dari ruang tenang ke jalanan ramai. Bagi yang sehari-hari berpindah konteks, dari ruang rapat ke jalan kaki ke kafe, fitur ini bisa sangat membantu, kalau memang kinerjanya sesuai klaim.

Untuk panggilan, dua mikrofon dikombinasikan dengan VPU Bone Conduction dan algoritma AI DNN untuk memisahkan suara pengguna dari kebisingan latar. Fitur gesture juga tersedia cukup lengkap: tekan tahan untuk aktifkan asisten suara, geser untuk atur volume atau ganti lagu, ketuk dua kali untuk jawab atau akhiri panggilan, ketuk tiga kali untuk lagu berikutnya, hingga angguk atau gelengkan kepala untuk menerima atau menolak panggilan. Yang terakhir terasa gimmicky, tapi siapa tahu ada yang menemukan manfaatnya.

Rp3.499.000. Angka yang tidak main-main.

Koneksi Bluetooth 6.0 mendukung multipoint ke dua perangkat sekaligus, lintas HarmonyOS, Android, maupun iOS. Baterai masing-masing earbud 60mAh, diklaim tahan 9 jam untuk streaming musik atau 6 jam untuk panggilan. Charging case berbaterai 537mAh mendongkrak total daya tahan ke 38 jam. Sepuluh menit pengisian diklaim menghasilkan 3 jam pemakaian, sementara pengisian penuh seluruh sistem selesai dalam sekitar 60 menit.

Pertanyaannya, bisakah desain open-ear premium ini meyakinkan konsumen Indonesia untuk merogoh kocek lebih dalam di pasar TWS yang makin sesak?