Engsel makin kokoh, bekas lipatan hampir tidak kelihatan, harga mulai turun ke kisaran Rp7 jutaan. Inilah kondisi pasar HP lipat di Indonesia per Mei 2026, eh, tunggu, kita tidak pakai em dash di sini. Inilah kondisi pasar HP lipat Indonesia per Mei 2026: segmen yang dua tahun lalu masih terasa eksklusif kini sudah merangsek ke lapisan pengguna yang lebih luas.
Akselerasi terjadi dari dua arah sekaligus. Di atas, brand-brand premium berlomba menjejalkan sensor kamera 200MP, chipset terbaru, dan integrasi AI generatif yang semakin dalam. Di bawah, pemain seperti Infinix dan Tecno sudah berhasil menekan harga ke bawah Rp10 juta dengan spesifikasi yang tidak lagi memalukan.
Untuk segmen fold, Samsung Galaxy Z Fold7 5G masih jadi tolok ukur. Ketebalan 4,2 mm saat terbuka, bobot 215 gram. Layar utama Dynamic AMOLED 2X 8 inci dipadukan layar penutup 6,5 inci, ditenagai Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang sanggup menggilas game berat maupun editing video. Kamera utama 200MP jadi daya tarik tambahan yang sulit diabaikan. Harganya mulai Rp28.499.000 untuk varian 12GB/256GB, naik hingga Rp34.999.000 untuk versi 16GB/1TB.
Kalau ketipisan jadi prioritas, Vivo X Fold5 layak masuk daftar pertimbangan. Perangkat ini memegang rekor HP lipat tertipis di dunia pada 2026, hanya 8,9 mm saat terlipat, dengan baterai semi-solid state yang diklaim tetap prima meski bodinya sangat ramping. Dibanderol Rp24.999.000, lebih terjangkau dari rival terdekatnya.
Huawei hadir dengan dua wajah berbeda. Mate X6 mengusung layar utama LTPO OLED 7,93 inci dengan sistem kamera Ultra Chroma tiga lensa, termasuk telefoto 48MP yang mendukung zoom optis 4x dan kemampuan makro. Chipset Kirin 9020, RAM 12GB, baterai 5.110 mAh. Harga resminya Rp29.999.000. Mate X7 membawa konsep yang lebih ambisius: tri-fold tiga lipatan, menghasilkan layar 10 inci. Batasannya dengan laptop sudah benar-benar kabur. Tersedia di Rp27.999.000.
OPPO Find N5 menarik karena alasan berbeda. Manajemen suhu perangkat ini diklaim terbaik di kelasnya, setidaknya itu yang digembar-gemborkan manajemen, menjadikannya favorit gamer dan profesional yang sering menjalankan beban kerja berat. Layar luarnya dirancang dengan rasio yang mendekati ponsel konvensional, jadi nyaman dipakai tanpa harus selalu membuka layar dalam. Banderolnya Rp27.999.000 untuk varian 16GB/512GB.
Beberapa model premium lain seperti Google Pixel 10 Pro Fold, Xiaomi Mix Fold 4, dan OnePlus Open 2 belum masuk jalur distribusi resmi Indonesia. Unit-unit ini bisa ditemukan melalui importir distributor dengan status IMEI terdaftar di Bea Cukai, dengan harga yang agaknya sudah memperhitungkan biaya tambahan jalur tersebut.
Di segmen flip, persaingan justru lebih sengit. Samsung Galaxy Z Flip7 tetap memimpin. FlexWindow 4,1 inci Super AMOLED-nya bisa dipakai untuk membalas pesan, mengakses Gemini Live, hingga menjalankan aplikasi tanpa membuka ponsel. Chipset Exynos 2500 di dalamnya terbilang kencang untuk segmen ini. Harga mulai Rp14.200.000.
Motorola Razr 60 Ultra bukan pesaing yang bisa dianggap enteng, terutama dengan layar cover beresolusi tinggi dan refresh rate 165Hz, cukup mulus untuk menjalankan aplikasi penuh dari layar depan saja. Rp18.300.000. Versi standarnya, Razr 60, menyasar segmen lebih terjangkau dengan layar utama LTPO AMOLED 6,9 inci, chipset Dimensity 7400X, kamera 50MP dengan OIS, plus fitur Moto AI dan Google Gemini yang bisa diakses dari layar luar.
Pintu masuk paling masuk akal? Infinix Zero Flip di Rp7.499.999 dan Tecno Phantom V Flip 5G di Rp8.999.999. Keduanya sudah 5G. Cukup untuk membuktikan apakah form factor ini cocok dengan kebiasaan sehari-hari sebelum memutuskan naik kelas.
Satu hal yang patut dicermati: teknologi Ultra Thin Glass generasi keempat yang dipakai mayoritas perangkat 2026 diklaim sanggup menahan lebih dari 500.000 siklus lipatan, setara pemakaian normal lebih dari enam tahun. Klaim yang masih perlu diuji waktu, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya. Tapi kekhawatiran soal daya tahan layar sudah jauh berkurang dibanding dua atau tiga tahun lalu.
Pasar foldable Indonesia di 2026 bukan lagi soal siapa yang punya gadget paling mewah. Ini sudah jadi pilihan nyata yang bisa disesuaikan dengan anggaran, kebutuhan, dan selera masing-masing.