SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  HoWePlay, Aplikasi Party AI Pertama Indonesia yang...

Tekno

HoWePlay, Aplikasi Party AI Pertama Indonesia yang Debut di Holywings

AICO meluncurkan HoWePlay, aplikasi party berbasis AI yang menggabungkan matchmaking modern dengan astrologi BaZi, dan debutnya langsung dipercayakan ke venue Sing Sing milik Holywings.

AICO Luncurkan HoWePlay, Aplikasi Party Berbasis AI Pertama di Indonesia yang Dipercaya Holywings

Seratus orang masuk ke Sing Sing pada Jumat malam, 10 Juli lalu, bukan untuk minum dan basa-basi seperti biasa. Mereka datang untuk membiarkan AI menentukan siapa yang paling cocok mereka dekati malam itu.

Itulah debut HoWePlay, aplikasi party berbasis kecerdasan buatan yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia, besutan AICO, komunitas AI di bawah naungan Zando Agency. Acara perdananya bertajuk Matchmaking Night, digeber di Sing Sing, lini bisnis terbaru Holywings yang belakangan aktif bereksperimen dengan format hiburan baru.

Mekanismenya sederhana. Peserta memindai QR Code, mengisi data tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran. Sistem AI lalu mengolah data itu dengan pendekatan BaZi, astrologi Tiongkok yang memetakan kepribadian dan kecocokan berdasarkan elemen waktu kelahiran. Hasilnya muncul langsung di layar ponsel masing-masing, lengkap dengan nama siapa yang direkomendasikan untuk didekati. Di layar utama venue, tiga pasangan dengan skor kecocokan tertinggi tampil untuk semua orang, termasuk yang diklaim mencapai 100%. Seluruh proses berjalan otomatis, tanpa intervensi manual dari operator. Sama sekali.

Kenapa BaZi, bukan sekadar kuesioner kepribadian biasa? Bisa jadi ini strategi positioning yang cerdik. BaZi memberi kesan mistis yang familiar bagi segmen pasar tertentu, sekaligus memberi AICO pembeda yang sulit ditiru begitu saja oleh kompetitor.

"Selama ini banyak bisnis AI berfokus pada tools dan produktivitas. Lewat HoWePlay, kami ingin menunjukkan bahwa AI juga bisa menghadirkan pengalaman hiburan yang menyenangkan tanpa membuat orang harus memahami teknologinya terlebih dahulu. Ke depan, kami melihat peluang besar AI berkembang tidak hanya sebagai software, tetapi juga sebagai experience dan entertainment," kata Co-Founder AICO Tommy Teja.

Co-Founder AICO lainnya, Reynaldi Francois, menambahkan bahwa desain HoWePlay sengaja diarahkan untuk memperkuat, bukan memangkas, interaksi manusiawi. "Banyak orang melihat AI sebagai teknologi yang membuat manusia makin sering berinteraksi dengan mesin. Kami justru percaya AI bisa mempererat hubungan antarmanusia, bukan menggantikannya. Lewat HoWePlay, AI menjadi fasilitator yang membantu orang menemukan koneksi baru yang lebih bermakna," ucapnya. Framing ini relevan, kalau data soal isolasi sosial di era hiperkoneksi digital bisa dipercaya.

HoWePlay dirancang sebagai platform yang fleksibel, bukan produk satu-acara. Penyelenggara dari sektor F&B, lifestyle, event organizer, pusat perbelanjaan, hingga komunitas bisa mengadaptasi sistemnya sesuai karakter acara dan pengunjung. Interaksi, games, aktivitas sosial, semuanya bisa dikustomisasi. Ini bukan sekadar aplikasi matchmaking; lebih tepat disebut infrastruktur aktivasi berbasis AI untuk industri hiburan.

Kolaborasi dengan Holywings bukan pilihan sembarangan. Jaringan venue Holywings punya jangkauan luas dan basis pengunjung yang besar di segmen muda urban, persis target pasar yang paling terbuka terhadap eksperimen teknologi semacam ini. Bagi AICO, ini sekaligus pembuktian bahwa teknologi AI bisa turun ke lantai dansa, bukan cuma hidup di dashboard perusahaan.

Seratus peserta di debut pertama memang belum spektakuler. Tapi sebagai proof of concept di ruang yang sama sekali baru, angka itu cukup untuk dijadikan portofolio ke klien berikutnya.