Honor resmi meluncurkan Honor 600 Super Edition di pasar China pada 25 Mei 2026. Varian ini diposisikan sebagai puncak lini Honor 600 Series, di atas versi global yang sudah beredar sejak April lalu.
Perbedaan paling mencolok dari versi reguler ada di dua sektor: baterai dan kamera. Kapasitas baterai melonjak dari 7.000 mAh ke 8.600 mAh, menggunakan teknologi yang Honor beri nama "Qinghai Lake", eh, tunggu, kita hapus em dash itu, teknologi yang Honor namai "Qinghai Lake", diambil dari salah satu danau terbesar di daratan China. Bukan sekadar branding, teknologi ini diklaim memberi efisiensi densitas energi lebih tinggi. Soal pengisian, ponsel ini mendukung fast charging 80 watt via USB-C dan reverse charging 27 watt, cukup untuk dijadikan power bank dadakan buat perangkat lain.
200 MP. Angka itu yang Honor pasang di sensor utama, dengan aperture f/1.9 dan ukuran sensor 1/1.4 inci, plus stabilisasi OIS CIPA 6.0. Kamera ultrawide 12 MP dengan aperture f/2.2 dan kamera depan 50 MP (f/2.0) melengkapi susunan tersebut. Yang agaknya jadi nilai jual tersendiri adalah kemampuan merekam video 4K real-time pada zoom focal length 7x, baik dari kamera utama maupun kamera depan. Fitur ini masih terhitung langka di kelas manapun. Honor juga menyertakan sistem "dual symmetrical AI zoom flashlight", dual flash adaptif yang menyesuaikan intensitas cahaya berdasarkan tingkat zoom agar foto tidak overexposed saat momen krusial.
Tampilan fisiknya ikut direvisi. Modul kamera dirancang lebih ramping dari Honor 600 reguler, dengan dua lensa besar disusun horizontal. Honor sendiri mengakui kemiripan estetika dengan desain iPhone Air. Pujian terhadap kompetitor, atau sekadar jujur soal referensi desain? Bisa jadi soal perspektif.
Layarnya AMOLED datar 6,57 inci, resolusi 2.728 x 1.264 piksel, refresh rate 120 Hz. Kecerahan puncak HDR 8.000 nit, brightness maksimum di seluruh area layar 1.800 nit. Bezel diklaim hanya 0,98 mm di keempat sisi. Bagi yang sensitif terhadap flicker, layar ini sudah mendukung PWM dimming 3.840 Hz.
Konektivitas mencakup WiFi 6, Bluetooth 5.4, NFC, sensor sidik jari, dan slot dual SIM. Charger serta casing pelindung turut disertakan dalam paket penjualan. Lumayan, di era "aksesori dijual terpisah" seperti ini.
Satu hal yang belum terjawab: chipset. Honor tidak mengungkap detail resmi soal prosesor yang dipakai. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai acuan tren, fabrikasi 2nm atau 3nm dengan integrasi AI on-device adalah asumsi masuk akal untuk flagship 2026. Tapi angka resminya? Masih gelap. Klaim soal manajemen suhu dan efisiensi daya baru bisa diverifikasi setelah unit beredar luas.
Harga di China belum dirilis secara publik sampai berita ini ditulis. Untuk pasar global, termasuk Indonesia, Honor juga belum memberi kepastian. Versi reguler Honor 600 lebih dulu hadir di pasar internasional, dan pola yang sama kemungkinan berulang. Entah kapan.
Bagi pengguna lokal yang sudah mengincar, untuk sekarang: sabar dulu.