Honda akhirnya serius masuk gelanggang moge listrik premium. WN7, motor besar bertenaga listrik pertama Honda, kini sudah mengisi dealer-dealer di Eropa setelah debut resminya September tahun lalu sebagai versi produksi dari konsep EV FUn yang dikenalkan setahun sebelumnya.
Soal harga, angkanya cukup mengejutkan. Di kawasan daratan Eropa, WN7 dibanderol mulai 14.780 euro, setara Rp 303 jutaan. Di Inggris, harganya 12.999 poundsterling atau sekitar Rp 312 jutaan. Selisihnya dari Harley-Davidson LiveWire? Sepuluh euro. Tipis, tapi tetap lebih murah.
Performa bukan sekadar klaim. WN7 mengusung output maksimum 50 kW dan torsi puncak 100 Nm, angka yang Honda sebut setara motor bensin 600 cc. Baterai lithium-ion 9,3 kWh yang baru dikembangkan menyokong jarak tempuh 140 km per pengisian penuh dalam mode WMTC. Bobot motor 217 kg, bukan ringan, tapi lumrah di kelas ini.
Untuk pengisian daya, WN7 mendukung standar CCS2 yang memungkinkan fast charging, plus standar Tipe 2. Dua protokol sekaligus, agaknya bukan kebetulan, mengingat infrastruktur pengisian di Eropa masih belang-belang tergantung negara.
Satu fitur yang patut dicermati: "mode kecepatan berjalan". Sistem ini memungkinkan penyesuaian throttle secara presisi saat motor melambat, mencegah pengendara tidak sengaja memelintir gas terlalu dalam sewaktu bermanuver pelan. Situasi yang sering jadi jebakan di motor listrik bertenaga besar.
WN7 diproduksi di Pabrik Kumamoto Honda di Jepang, yang diposisikan sebagai basis produksi motor flagship merek ini. Honda menegaskan, WN7 bukan pengganti model bensin mana pun yang sudah ada, melainkan ekspansi ke segmen yang sama sekali baru.
Kehadiran WN7 melengkapi jajaran motor listrik Honda setelah EM1 dan CUV e:. Bedanya cukup mencolok: dua model terdahulu bermain di segmen commuter dan urban, sedangkan WN7 langsung mengincar kelas premium yang selama ini jadi kandang LiveWire. Pertanyaannya kini bukan soal bisa atau tidak Honda bersaing di sana, tapi seberapa cepat mereka bisa membangun ekosistem purna jualnya di Eropa sebelum pasar moge listrik benar-benar matang. Kalau data penjualan kuartal pertama bisa dipercaya sebagai sinyal awal, Honda punya modal yang cukup untuk tidak sekadar numpang lewat.