SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Honda Wave Alpha 110 Terbaru: Bebek Irit 59 Km/Lit...

Bisnis

Honda Wave Alpha 110 Terbaru: Bebek Irit 59 Km/Liter, Harga Sekitar Rp 12 Juta

Honda menyegarkan Wave Alpha 110 untuk pasar Vietnam dengan grafis dan warna baru, mempertahankan klaim efisiensi bahan bakar 59 km/liter di harga yang tetap terjangkau.

Honda Rilis Motor Rp 12 Jutaan, Konsumsi BBM-nya 59 Km/Liter

Honda kembali membuktikan bahwa motor bebek murah belum mati. Pabrikan Jepang itu menyegarkan Wave Alpha 110 untuk pasar Vietnam dengan grafis baru dan emblem retro, pada platform yang sebetulnya tidak banyak berubah. Proposisinya tetap sulit diabaikan: konsumsi BBM 59 km per liter dengan harga sekitar Rp 12 jutaan.

Soal desain, tidak ada perombakan berarti. Siluetnya masih ramping dan fungsional, khas bebek entry-level yang tidak punya pretensi berlebihan. Pembaruan visual datang dari kombinasi warna baru, yakni abu-abu, biru, dan silver-putih, plus emblem retro yang membuat tampilan sedikit berbeda dari versi sebelumnya. Grafis ketiga pilihan warna itu sejatinya sama. Yang beda hanya balutan kelirnya.

Spesifikasi teknisnya tidak banyak yang bisa dibanggakan, dan Honda agaknya sadar betul soal itu. Panel instrumen masih analog. Sistem rem depan-belakang masih tromol. Lampu masih halogen. Fitur seperti keyless entry atau soket pengisian daya ponsel? Tidak ada. Satu detail yang cukup praktis hanya pada kunci 3-in-1 yang bisa untuk starter, mengunci setang, sekaligus membuka jok. Bukan inovasi besar untuk segmen ini, tapi lumayan.

59 km per liter. Angka itu yang jadi senjata utamanya. Jantung pacunya mesin 110cc silinder tunggal dengan tenaga 6,12 kW dan torsi 8,44 Nm, disalurkan lewat transmisi manual empat percepatan. Tidak spektakuler di atas kertas, tapi konsumsi BBM hanya 1,7 liter per 100 km adalah argumen yang sulit dilawan, terutama bagi kelas pekerja yang tiap hari berhitung dengan harga bensin di Asia Tenggara.

Harga banderolnya di Vietnam 19 juta dong, setara sekitar Rp 12 jutaan. Kompetitif, kalau bicara kendaraan roda dua baru dengan efisiensi sekelas ini. Pertanyaannya, berapa lama Honda membiarkan pasar lain, termasuk Indonesia, menunggu? Segmen bebek entry-level di sini sudah lama sepi pemain serius.