SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Hilirisasi hingga Data Center: RI Serius Bidik Inv...

Ekonomi

Hilirisasi hingga Data Center: RI Serius Bidik Investasi Besar dari China

Dari nikel hingga pusat data di Sulawesi Utara, pemerintah Indonesia sedang agresif membidik investasi China di berbagai sektor strategis, dengan volume perdagangan bilateral yang kini tiga kali lipat melampaui total dagang RI dengan Eropa dan AS.

Dubes RI: Hilirisasi jadi prioritas kerja sama Indonesia-China

Volume perdagangan Indonesia dengan China kini sudah tiga kali lipat dibandingkan total perdagangan dengan kawasan Eropa maupun Amerika Serikat. Angka yang besar, dan rupanya pemerintah tidak ingin berhenti di situ.

Pada Selasa (26/5), dua agenda diplomatik-ekonomi bergulir hampir bersamaan di Jakarta. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi Pemerintah Provinsi Hebei yang dipimpin Wakil Gubernur Zhao Chenxin, sementara di forum bisnis Indonesia-China yang lain, Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun bicara blak-blakan soal prioritas kerja sama kedua negara.

Kesimpulannya satu: hilirisasi tetap jadi tulang punggung.

Djauhari punya datanya. "Prioritas pertama kita di hilirisasi, karena saya menyaksikan sendiri dengan hilirisasi nikel saja, ekspor produk-produk turunan nikel itu tahun lalu meningkat di atas 1.000 persen ke China," katanya di sela forum bisnis Indonesia-China. Airlangga, dari sisi lain, menegaskan kerja sama dengan China sudah jadi fondasi penting program hilirisasi nasional, khususnya pada nikel dan bauksit. Investasi di sektor ini, katanya, diproyeksikan memperluas lapangan kerja sekaligus menambah devisa negara.

Tapi peta kerja sama mulai melebar ke wilayah yang agaknya lebih seksi buat investor teknologi. Secara khusus Airlangga menyoroti Sulawesi Utara sebagai lokasi strategis pengembangan pusat data internasional, dengan alasan yang cukup konkret: wilayah itu terkoneksi langsung dengan jaringan transmisi global menuju Amerika Serikat. "Lokasi tersebut sangat prospektif bagi pengembangan pusat data karena terkoneksi langsung dengan jaringan transmisi global menuju Amerika Serikat," ujarnya kepada delegasi Hebei. Provinsi industri besar di China utara itu boleh jadi mempertimbangkan tawaran ini serius.

Djauhari menambahkan dimensi lain dari ekosistem teknologi ini. Kecerdasan artifisial dan ekonomi digital ia sebut sebagai frontier baru dalam hubungan Indonesia-China, sebuah irisan yang dua atau tiga tahun lalu nyaris tidak pernah masuk agenda bilateral. Bersamaan dengan itu, infrastruktur tetap masuk daftar, keberhasilan Kereta Cepat Jakarta-Bandung disebut Djauhari sebagai bukti konkret sinergi kedua negara bisa bekerja.

Di luar industri berat dan teknologi, ada satu sektor yang mungkin tidak terduga masuk daftar prioritas. Durian. Djauhari menghitung total nilai pasar durian di China mencapai 7,5 miliar dolar AS. Kalau Indonesia bisa menguasai 10 persen saja tahun ini, itu berarti 750 juta dolar AS mengalir masuk, angka yang patut dicermati mengingat ekspor durian Indonesia ke China selama ini masih jauh di bawah potensinya dibanding Thailand.

Spektrum kerja sama juga merambah infrastruktur kesehatan, termasuk bioteknologi, farmasi, dan pembangunan rumah sakit. Pandemi COVID-19 dijadikan Djauhari sebagai pengingat keras betapa rapuhnya ekosistem kesehatan nasional. China dilihat sebagai mitra potensial untuk menambal kelemahan itu. Masuk akal, kalau data ini bisa dipercaya sebagai barometer niat.

Dari sisi Beijing, respons Zhao Chenxin terbilang positif. Pemerintah Provinsi Hebei, kata dia, akan segera mengomunikasikan peluang-peluang investasi di Indonesia kepada komunitas bisnis di wilayahnya. Pertemuan juga menyinggung efisiensi logistik lewat jalur pelayaran langsung antara kedua negara, setidaknya begitu klaim yang muncul dalam pertemuan itu.

Dua jalur diplomasi ekonomi ini mengirimkan sinyal yang sama. Indonesia sedang serius mengonsolidasikan China sebagai mitra investasi jangka panjang, bukan sekadar pasar ekspor. Pertanyaannya, seberapa cepat komitmen verbal ini bisa berubah jadi sekop yang benar-benar menggali tanah.