JUMAT, 9 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Harga TBS Sawit Sumut dan Sumsel Kompak Menguat di...

Finansial

Harga TBS Sawit Sumut dan Sumsel Kompak Menguat di Awal Juli 2026

Petani sawit di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan mendapat angin segar. Harga TBS di dua provinsi sentra sawit ini sama-sama naik pada periode awal Juli 2026, ditopang penguatan CPO di pasar global.

Awal Juli Bawa Kabar Baik untuk Petani, Harga Sawit Sumsel Naik Jadi Rp3.750 per Kg

Petani kelapa sawit di dua provinsi sentra produksi terbesar di Sumatera punya alasan untuk sedikit bernapas lega pekan ini. Harga tandan buah segar (TBS) di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan kompak bergerak naik pada periode awal Juli 2026, mengikuti penguatan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar internasional.

Di Sumatera Utara, tim penetapan harga TBS Dinas Perkebunan dan Peternakan menetapkan harga untuk tanaman usia 10 hingga 20 tahun di level Rp3.881,83 per kilogram untuk periode 8-14 Juli 2026. Naik Rp1,16 per kilogram dari periode sebelumnya. Tipis, memang, tapi konsisten. Harga CPO referensi yang dipakai Sumut tercatat Rp15.360,65 per kilogram, dengan harga kernel Rp13.650,91 per kilogram dan indeks K 93,76 persen.

Struktur harga berdasarkan usia tanaman di Sumut cukup variatif. Sawit usia tiga tahun ditetapkan Rp3.270,75 per kilogram, naik bertahap hingga puncaknya pada usia 21 tahun di angka Rp3.887,47 per kilogram. Setelah titik itu, harga mulai tergerus seiring bertambahnya usia. Sawit usia 30 tahun hanya dihargai Rp3.322,58 per kilogram, sekitar 14 persen di bawah puncak. Masuk akal, kalau data produktivitas aktual bisa dipercaya, karena hasil panen memang merosot di rentang usia tersebut.

Sementara di Sumatera Selatan, Tim Penetapan Harga TBS Dinas Perkebunan menetapkan harga periode I Juli 2026 untuk kelompok usia produktif 10 hingga 20 tahun di angka Rp3.750,70 per kilogram. Kenaikannya lebih terasa dibanding Sumut. Rp45,71 per kilogram dari periode II Juni 2026 yang bertengger di Rp3.704,99 per kilogram. Harga CPO referensi Sumsel tercatat Rp15.049,12 per kilogram, dengan harga inti sawit Rp12.198,38 per kilogram dan indeks K 93,65 persen.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Sumsel, Mukpakanisin, menyebut kenaikan kali ini langsung dipicu oleh membaiknya harga CPO global. "Kenaikan harga TBS dipengaruhi oleh penguatan harga CPO di pasar global," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Untuk tanaman usia lebih muda di Sumsel, harga TBS usia tiga tahun ditetapkan Rp3.159,94 per kilogram, usia lima tahun Rp3.404,82 per kilogram, dan usia delapan tahun mencapai Rp3.560,37 per kilogram. Tanaman di atas 20 tahun bergerak di kisaran Rp3.299 hingga Rp3.744 per kilogram, tergantung kelompok usia.

Selisih antara dua provinsi itu agaknya mencerminkan perbedaan struktur pasar lokal dan basis referensi CPO masing-masing tim penetapan. Rp130 per kilogram untuk kelompok usia produktif utama. Angka yang tidak besar, tapi cukup terasa bila dikalikan volume panen ratusan ton.

Pertanyaannya, berapa lama tren ini bertahan? Harga sawit terkenal sensitif terhadap gejolak pasar dunia, dan pemerintah daerah pun mengingatkan bahwa arah bisa berbalik sewaktu-waktu. Setidaknya untuk saat ini, awal Juli membawa kabar yang lebih baik dari penghujung kuartal kedua.