JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Harga TBS Sawit Riau Naik ke Rp3.890,97/Kg, Aceh M...

Ekonomi

Harga TBS Sawit Riau Naik ke Rp3.890,97/Kg, Aceh Masukkan Komponen Cangkang ke Formula

Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga TBS mitra plasma periode 15-21 Juli 2026 naik menjadi Rp3.890,97 per kilogram, didorong kenaikan CPO dan kernel. Di Aceh, komponen cangkang resmi masuk formula harga TBS untuk pertama kalinya.

Lini Produksi Minyak Sawit: Dari Tandan Buah Segar hingga Minyak Olahan - Vortech Global

Dinas Perkebunan Provinsi Riau resmi menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma untuk periode 15-21 Juli 2026 di angka Rp3.890,97 per kilogram. Kenaikan tertinggi dicatat pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yakni Rp31,11 per kilogram atau 0,81% dari periode sebelumnya.

Pendorong utamanya ada di sisi hulu. Harga CPO naik Rp9,24 per kilogram dari minggu lalu, sementara kernel melonjak lebih mencolok: Rp619,91 per kilogram. Indeks K yang dipakai 92,87%, dengan harga cangkang ditetapkan Rp19,77 per kilogram.

"Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel," kata Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi.

Sebagai acuan cadangan bagi PKS yang tidak melakukan penjualan atau terkena validasi sesuai Permentan Nomor 13 Tahun 2024, harga rata-rata CPO KPBN periode ini dipatok Rp15.600 per kilogram dan kernel Rp13.765 per kilogram. Rentang harga berlaku dari Rp3.000,82 per kilogram untuk tanaman umur 3 tahun hingga puncaknya di umur 9 tahun, lalu melandai perlahan sampai Rp3.376,22 per kilogram di umur 30 tahun.

Sementara di Aceh, yang berubah bukan sekadar angka, tapi formulanya. Dalam rapat Tim Penetapan Harga TBS Aceh pada 15 Juli 2026, komponen cangkang resmi dimasukkan ke dalam formula perhitungan harga TBS. Dampaknya langsung terasa: tambahan nilai jual sekitar Rp15,6 per kilogram bagi petani mitra plasma maupun mitra swadaya.

Bagi Ketua APKASINDO Aceh Netap Ginting, ini kemenangan yang lama ditunggu. "Alhamdulillah, perjuangan agar komponen cangkang dimasukkan dalam perhitungan harga TBS akhirnya dikabulkan pada rapat penetapan harga TBS Aceh tanggal 15 Juli 2026," ungkapnya, Kamis (16/7/2026).

Dasar kalkulasinya sederhana tapi selama ini diabaikan: rendemen cangkang sekitar 5% dari total TBS yang diolah PKS. Dari jumlah itu, 3% dipakai sebagai bahan bakar pabrik, dan 2% sisanya dijual, punya nilai ekonomis yang kini baru diperhitungkan. Pertanyaannya, kenapa baru sekarang?

Untuk wilayah timur Aceh, Indeks K yang dipakai 90,56% dengan harga CPO Rp15.330 per kilogram dan kernel Rp13.396,88 per kilogram. Harga TBS di rendemen 18% tercatat Rp3.241 per kilogram, sedangkan di rendemen 21,87% mencapai Rp3.718 per kilogram. Wilayah barat Aceh sedikit lebih rendah: Indeks K 88,33%, harga TBS rendemen 18% di Rp3.161 per kilogram dan rendemen 21,87% di Rp3.627 per kilogram.

APKASINDO Aceh tetap memasang syarat. Seluruh PKS wajib patuh pada harga yang ditetapkan pemerintah daerah. Asosiasi juga menagih dua komitmen yang agaknya masih jadi sumber gesekan di lapangan: kalibrasi timbangan pabrik setiap enam bulan dan pembatasan potongan TBS oleh petugas grading maksimal 2%.

Dua provinsi penghasil sawit ini kompak memberi sinyal positif ke petani. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai tren, kombinasi harga CPO yang solid dan reformasi formula penetapan TBS di tingkat daerah bisa jadi katalis yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pelaku pasar.