MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Harga TBS Riau Amblas 11,79%, Petani Sawit Kian Te...

Ekonomi

Harga TBS Riau Amblas 11,79%, Petani Sawit Kian Terjepit

Harga tandan buah segar kelapa sawit swadaya di Riau anjlok hingga Rp437 per kilogram pada pekan kedua Juni 2026, sementara biaya produksi petani terus tertekan dari sisi harga pupuk yang tak kunjung turun.

The price of palm oil Fresh Fruit Bunches rises in Dumai | ANTARA Foto

Petani sawit swadaya di Riau punya alasan baru untuk khawatir pekan ini. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk kelompok umur 9 tahun resmi dipatok Rp3.271,91 per kilogram untuk periode 3-9 Juni 2026, turun Rp437,44 per kilogram atau 11,79 persen dibanding minggu sebelumnya. Penetapan ini lahir dari rapat tim harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada 3 Juni 2026, mengacu pada Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.

Pemicunya jelas. Harga CPO dan kernel di tingkat pabrik sama-sama rontok: CPO minggu ini turun Rp1.726 per kilogram, kernel anjlok Rp1.845,65 per kilogram dari periode sebelumnya, menurut Plt. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti. Indeks K tercatat 92,87 persen, dengan harga referensi CPO dari KPBN di Rp15.344 per kilogram dan kernel Rp13.400 per kilogram. Sejumlah pabrik kelapa sawit tidak melakukan penjualan pada periode ini, sehingga harga terpaksa dihitung menggunakan rata-rata tim dan harga KPBN.

"Berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh tim, penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun," jelas Vera. Ia menegaskan Dinas Perkebunan Riau bersama Pemerintah Provinsi dan Kejaksaan Tinggi Riau terus berupaya memperbaiki tata kelola penetapan harga agar berkeadilan bagi kedua belah pihak, petani maupun perusahaan mitra.

Angka Rp3.271 per kilogram itu agaknya masih kelihatan lumayan di atas kertas. Belum dipotong ongkos angkut, belum dipotong pungutan, belum lagi harga pupuk yang terus merangkak, dan itulah yang paling menggerus margin belakangan ini. Di sentra-sentra sawit Riau, Kalimantan, hingga Sumatra Selatan, tekanan ganda antara harga jual yang melemah dan biaya produksi yang membengkak sudah mulai terasa sampai ke ekonomi daerah. Warung, bengkel, jasa transportasi lokal, semua yang hidupnya bergantung pada daya beli petani sawit ikut kena tampar.

Rincian harga per kelompok umur menunjukkan disparitas yang cukup lebar. Pohon muda umur 3 tahun hanya dihargai Rp2.541,03 per kilogram. Pohon tua umur 30 tahun bahkan lebih rendah, di Rp2.767,13 per kilogram. Puncak harga memang ada di kelompok umur 9 tahun, tapi justru di sanalah penurunan terbesar terjadi. Bukan kebetulan. Kelompok umur itu umumnya menyumbang rendemen CPO tertinggi, jadi penurunan harga CPO paling keras menghantam kelompok ini.

Pertanyaannya, sampai kapan siklus tekanan ini berlangsung? Kalau harga CPO global belum memperlihatkan sinyal pemulihan dalam beberapa pekan mendatang, angka di bawah Rp3.000 per kilogram untuk beberapa kelompok umur bukan lagi skenario terburuk. Bisa jadi kemungkinan yang perlu segera diantisipasi.