KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Harga iPhone di iBox Mei 2026: Seri 15 Melonjak 15...

Tekno

Harga iPhone di iBox Mei 2026: Seri 15 Melonjak 15%, Seri 14 Amblas 10%

iBox mencatat pergerakan harga iPhone yang berlawanan arah sepanjang Januari-Mei 2026: seri 15 dan 16 melonjak signifikan, sementara iPhone 14 justru dikorting hingga 10 persen.

Daftar Harga iPhone Terbaru di iBox per Mei 2026

iPhone 15 128 GB naik Rp1,75 juta dalam empat bulan. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja, terutama bagi konsumen yang sejak awal tahun sengaja menunda pembelian sambil menunggu harga melandai. Kenyataannya, pasar bergerak ke arah sebaliknya.

Data resmi iBox per 30 Mei 2026 memperlihatkan gambaran yang cukup kontras. Rentang pergerakan harga membentang lebar: dari penurunan 10,25% hingga kenaikan 15,55%, tergantung modelnya. Yang agak mengejutkan, lonjakan paling tajam justru bukan pada seri terbaru, melainkan pada generasi satu angkatan di bawahnya.

IPhone 15 128 GB menjadi model dengan kenaikan paling agresif, dari Rp11.249.000 di awal tahun menjadi Rp12.999.000 sekarang. Kenaikan 15,55% ini mengindikasikan permintaan terhadap model generasi sebelumnya masih cukup kuat di pasar domestik, setidaknya itu tafsiran yang bisa ditarik dari pergerakan harga tersebut. Di segmen yang sama, iPhone 15 Plus 128 GB bergerak ke arah berlawanan, terkoreksi 7,40% menjadi Rp12.499.000 dari sebelumnya Rp13.499.000.

Lini iPhone 16 juga merangkak naik. Varian dasar iPhone 16 128 GB kini dipasarkan Rp15.499.000, tumbuh 10,71% dari posisi Januari yang masih Rp13.999.000. Cukup mencolok untuk model yang sudah beredar beberapa bulan, mengingat secara historis harga justru cenderung stabil atau tertekan setelah periode peluncuran berlalu.

Seri iPhone 17 bergerak lebih moderat tapi konsisten di seluruh varian. iPhone 17 256 GB kini dibanderol Rp17.999.000, naik 4,34% dari Rp17.249.000. Varian 512 GB naik 3,40% menjadi Rp22.749.000 dari sebelumnya Rp21.999.000. Untuk kasta tertinggi, iPhone 17 Pro Max 2 TB dipatok Rp45.249.000, naik 2,84% dari Rp43.999.000 di awal tahun. Kecil persentasenya, tapi secara nominal selisihnya tetap lebih dari Rp1,2 juta. Bukan main.

Di ujung lain peta harga ini, iPhone 14 128 GB kini dilepas Rp8.749.000, turun 10,25% dari Rp9.749.000 di Januari lalu. Penurunan ini agaknya bukan sekadar diskon musiman, melainkan bagian dari siklus produk yang memang lazim terjadi ketika sebuah model semakin jauh tertinggal dari lineup terbaru.

"Kenaikan harga pada model-model baru seperti iPhone 16 dan 17 di luar perkiraan, mengingat biasanya harga cenderung stabil atau turun setelah beberapa bulan rilis. Namun, penurunan pada lini iPhone 14 menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mencari alternatif perangkat Apple dengan dana terbatas," ujar salah satu pramuniaga gerai iBox di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Faktor yang mendorong tren kenaikan ini tidak tunggal. Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS menjadi variabel yang paling sering disebut, mengingat iPhone sebagai produk impor sangat sensitif terhadap gejolak kurs. Biaya komponen yang dibayar dalam Dolar, ditambah ongkos distribusi dan pajak impor domestik, membentuk struktur harga yang tidak mudah terisolasi dari tekanan makro. Kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, efek kurs tampaknya lebih keras menghantam seri menengah ketimbang flagship.

Satu konteks yang layak disandingkan: di Amerika Serikat, operator Straight Talk justru sedang memotong harga iPhone 16e dari 599 dolar AS menjadi 349 dolar AS (sekitar Rp5,6 juta) tanpa syarat trade-in. Disparitas semacam ini bukan hal baru, tapi cukup menggambarkan betapa berbedanya dinamika harga Apple di pasar domestik dibanding pasar asal produk ini. Pertanyaannya, sampai kapan selisih ini bisa terus melebar?

Bagi konsumen yang anggaran pembeliannya sudah terkunci sejak awal tahun, realita Mei 2026 ini tentu kurang menyenangkan. Tapi bagi mereka yang fleksibel, penurunan harga iPhone 14 ke kisaran Rp8,7 jutaan bisa jadi entry point yang lebih masuk akal ke ekosistem Apple daripada memaksakan beli seri baru dengan harga yang terus terkerek naik.