Per awal Juni 2026, iBox dan seluruh jaringan distributor resmi Apple di Indonesia kompak merevisi banderol harga iPhone, dari seri lawas hingga generasi terbaru. Kenaikannya tidak merata: model-model reguler dihajar penyesuaian yang cukup menggigit, sedang lini Plus justru mendapat koreksian yang bikin konsumen bisa sedikit bernapas.
iPhone 15 jadi yang paling terasa dampaknya. Varian 128GB kini dihargai Rp12.999.000, naik Rp1 juta dari bulan lalu. Kapasitas 256GB bergerak ke Rp15.249.000 dari sebelumnya Rp14.499.000. Yang paling mencolok, varian 512GB melonjak Rp2 juta penuh dari Rp16.499.000, kini bertengger di Rp18.499.000.
Pola serupa menjalar ke iPhone 16. Varian 128GB naik dari Rp14.499.000 menjadi Rp15.499.000, varian 256GB kini dibanderol Rp17.499.000, dan varian 512GB tercatat Rp20.999.000. Kenaikan di lini reguler ini berkisar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per model. iPhone 17 varian 256GB juga ikut merangkak, dari Rp17.499.000 ke Rp17.999.000. Kecil memang, tapi konsisten ke atas.
iPhone 16 Plus jadi anomali menyenangkan bulan ini. Varian 128GB turun dari Rp16.999.000 ke Rp16.499.000. Yang lebih mengejutkan: varian 512GB amblas Rp2,5 juta, dari Rp22.999.000 menjadi Rp20.499.000. Diskon sekelas itu jarang terjadi di produk Apple, apalagi untuk model yang masih terbilang baru. Pertanyaannya, apakah ini sinyal serapan pasar yang meleset dari target, ataukah sekadar channel clearing biasa sebelum musim belanja pertengahan tahun?
Bagi yang mengincar seri premium, iPhone 17 Pro dibanderol mulai Rp24.999.000 untuk varian 256GB, naik dari Rp23.999.000 bulan lalu. Di puncak lini, iPhone 17 Pro Max 2TB dipatok Rp44.499.000, belum berubah dari bulan sebelumnya. Ada juga iPhone Air yang agaknya belum banyak dikenal pasar luas, tersedia mulai Rp16.999.000 untuk varian 256GB hingga Rp25.999.000 untuk kapasitas 1TB.
Untuk konsumen yang lebih sensitif harga, iPhone 13 128GB masih bisa ditebus di angka Rp8.249.000. iPhone 16e tersedia mulai Rp10.749.000, pintu masuk paling terjangkau ke ekosistem iOS generasi kini.
Momentum kenaikan ini bisa jadi cermin tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang belum sepenuhnya reda, ditambah penyesuaian rantai distribusi pasca peluncuran seri 17. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai pola, koreksi harga di lini Plus bukan hal baru dalam siklus Apple Indonesia. Yang membedakan kali ini hanya besarannya. Rp2,5 juta. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.