Emas 24 karat hari ini dihargai antara Rp 2.235.000 hingga Rp 2.529.000 per gram, tergantung di mana kamu membelinya. Rentang yang cukup lebar untuk komoditas yang sama, dan ini menunjukkan betapa pentingnya memilih toko dengan cermat sebelum merogoh kocek.
Pada Senin (29/6/2026), harga emas perhiasan di empat toko besar, Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, Laku Emas, dan Semar Nusantara, kompak bergerak stagnan dibanding hari sebelumnya. Tidak ada lonjakan, tidak ada koreksi berarti. Pasar agaknya sedang menunggu sinyal lebih jelas dari luar, entah dari kebijakan The Fed maupun pergerakan harga spot global yang belakangan ini cukup volatil.
Di Raja Emas Indonesia, emas 24 karat dibanderol Rp 2.275.000 per gram, kadar 22 karat di Rp 1.849.000, dan 18 karat di Rp 1.514.000. Laku Emas, yang bernaung di bawah CMK Group, menawarkan harga sedikit lebih miring untuk 24 karat di angka Rp 2.235.000, selisih Rp 40.000 dibanding Raja Emas. Beda tipis, tapi bagi pembeli yang mau belanja dalam jumlah besar, selisih itu bisa berarti.
Hartadinata Abadi (HRTA) konsisten mematok harga di atas rata-rata. Masif. Emas 22 karat di sana dihargai Rp 2.566.000, jauh di atas angka 22 karat di Raja Emas maupun Laku Emas. Apakah itu mencerminkan positioning merek, kualitas pengerjaan, atau sekadar strategi margin yang berbeda, sulit diverifikasi. Yang jelas, untuk kadar yang sama, pembeli membayar lebih mahal di sana.
Semar Nusantara menawarkan narasi berbeda. Produk SMG Press 24K dihargai Rp 2.529.000 per gram, tertinggi di antara semua toko yang terpantau hari ini. Namun Semar juga menyediakan harga buyback yang cukup transparan: SMG Press 24K di Rp 2.253.000 per gram. Spread antara harga jual dan buyback sekitar Rp 276.000 per gram. Angka yang tidak main-main, terutama bagi siapa pun yang membeli emas perhiasan dengan motif investasi.
Satu catatan dari Aceh Timur: laporan lokal menyebut harga emas di sana melemah selama sepekan terakhir, kontras dengan kondisi stagnan yang terpantau di toko-toko nasional. Pola klasik, sebetulnya, pasar tradisional daerah kerap bergerak mengikuti dinamika tersendiri yang tidak selalu sinkron dengan indeks nasional.
Bagi investor ritel, membeli emas perhiasan memang tidak sesederhana membeli emas batangan Antam yang harganya seragam secara nasional. Spread antar toko bisa mencapai ratusan ribu rupiah per gram, dan nilai premium perhiasan tidak selalu bisa dikembalikan saat dijual. Pertanyaannya sederhana: sudah cek harga buyback-nya belum?