Sehari setelah naik, harga emas perhiasan memilih diam. Pada Minggu, 28 Juni 2026, tiga pemain utama di segmen ini, Raja Emas Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan Laku Emas (CMK Group), kompak mengunci harga di posisi Sabtu. Tidak ada yang bergerak.
Kalau ditilik mundur sepekan, polanya cukup menarik. Selasa, 23 Juni, Raja Emas masih mematok emas 24 karat di Rp 2.280.000 per gram. Lebih tinggi Rp 40.000 dari posisi sekarang. Artinya ada koreksi di tengah pekan sebelum sebagian retailer akhirnya rebound Sabtu kemarin.
Sabtu, 27 Juni, Raja Emas dan HRTA bergerak naik. Raja Emas menaikkan emas 24 karat sebesar Rp 40.000 ke Rp 2.240.000, emas 22 karat naik Rp 37.000 menjadi Rp 1.877.000. HRTA ikut bergerak: emas 22 karat naik Rp 17.000 ke Rp 2.566.000, emas 20 karat naik Rp 15.000 ke Rp 2.373.000. Laku Emas? Adem-ayem sejak awal. Dan posisi itulah yang kemudian dikunci bertiga pada Minggu hari ini.
Per 28 Juni, emas 24 karat Raja Emas bertahan di Rp 2.240.000 per gram. Karat yang paling banyak beredar di pasaran, yakni 22 karat, ada di angka Rp 1.877.000. Di HRTA, yang punya struktur harga berbeda karena segmen produknya juga berbeda, emas 22 karat dipatok Rp 2.566.000. Jauh lebih mahal dari Raja Emas untuk karat yang sama. Gap yang tidak kecil, dan patut jadi pertimbangan bagi yang mau beli perhiasan untuk disimpan sebagai aset. Laku Emas memberi opsi ketiga: 24 karat di Rp 2.235.000, 22 karat di Rp 1.850.000.
Selisih harga antar retailer untuk karat yang sama ini, jujur saja, mencerminkan lebih dari sekadar perbedaan biaya produksi. Brand, kualitas finishing, dan positioning pasar masing-masing punya peran nyata. HRTA sebagai emiten publik yang bermain di segmen perhiasan branded wajar mematok lebih tinggi dibanding Raja Emas yang lebih fleksibel soal harga.
Secara fundamental, pergerakan harga emas perhiasan sepekan terakhir agaknya mengikuti dinamika harga emas global yang masih bergejolak, dengan ketidakpastian kebijakan The Fed dan permintaan safe haven yang belum mereda sebagai latar belakangnya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga punya andil. Begitu kurs bergerak, harga emas lokal ikut menyesuaikan, meski tidak selalu simetris dan tidak selalu cepat.
Bagi yang sedang menimbang antara beli sekarang atau tunggu, pertanyaannya bukan cuma soal karat mana yang dipilih. Tren sepekan ini menunjukkan harga bisa naik dalam hitungan hari, lalu stagnan. Momentum koreksi seperti yang terlihat di pertengahan pekan lalu bisa saja terulang. Atau tidak.