Rp2,839 juta per gram. Tidak bergerak.
Harga emas Antam terpantau stagnan pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 09.10 WIB berdasarkan data Logam Mulia. Bukan hanya harga jual, eh, bukan hanya harga jual, harga buyback pun ikut diam di angka Rp2,656 juta per gram. Selisih antara harga jual dan buyback sekitar Rp183 ribu per gram, spread yang cukup lumrah di kondisi pasar yang sedang tidak banyak bergerak.
Di Pegadaian, dua merek yang diperjualbelikan juga kompak tidak ke mana-mana. Emas UBS 1 gram masih dibanderol Rp2,887 juta, sedikit lebih mahal ketimbang Antam. Galeri 24 bertahan di Rp2,836 juta per gram, nyaris sejajar dengan Antam dengan selisih cuma tiga ribu perak. Agaknya para penjual emas hari ini sepakat istirahat sejenak.
Bagi yang berencana akumulasi dalam ukuran lebih besar, gambaran harganya kurang lebih begini: emas Antam 10 gram ada di Rp27,885 juta, 100 gram di Rp278,112 juta, dan ukuran satu kilogram penuh menyentuh Rp2,779 miliar. Untuk UBS, gramasi 100 gram dihargai Rp280,392 juta, sedikit di atas Antam untuk berat yang sama.
Satu hal soal pajak yang kerap luput dari perhatian. Pembelian emas batangan Antam dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Kalau berencana jual kembali ke Antam dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta, siapkan potongan 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk yang tidak punya, dipotong langsung dari nilai buyback. Bukan angka kecil, terutama buat yang sering keluar-masuk posisi.
Stagnasi ini, kalau bisa dibilang, cermin dari minimnya katalis baru di pasar emas global. Harga emas internasional memang belakangan bergerak dalam rentang sempit, dan domestik ikut terdiam. Pertanyaannya, berapa lama kondisi ini bertahan? Entah kebetulan atau tidak, justru di fase-fase seperti inilah sebagian kolektor diam-diam menambah posisi pelan-pelan, tanpa harus pusing soal timing yang terlalu presisi.
Harga sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti pergerakan pasar.