Tanggal 19 November 2026 akhirnya dikunci. Take-Two Interactive menegaskan jadwal rilis Grand Theft Auto VI dalam earnings call pekan lalu, mengakhiri spekulasi berbulan-bulan soal kemungkinan penundaan ketiga.
Game yang pertama kali diumumkan pada 2023 ini memang sudah dua kali menggeser jadwal: dari musim gugur 2025, lompat ke Mei 2026, lalu sekarang November. Wajar kalau sebagian pemain masih menyimpan sedikit skeptisisme. Tapi pasar tampaknya percaya, bak gayung bersambut. Saham Take-Two melonjak sekitar 7% setelah sesi perdagangan regular di New York ditutup.
Yang jauh lebih menarik bukan cuma soal tanggal rilisnya.
CEO Strauss Zelnick hadir dalam earnings call 21 Mei itu dengan segudang data. GTA 5 kini sudah terjual 225 juta kopi dalam 13 tahun, angka yang nyaris mustahil ditandingi franchise manapun. Pengeluaran konsumen tumbuh di seluruh properti utama Take-Two, dengan sekitar 27% dari pertumbuhan itu datang spesifik dari GTA Online, kombinasi microtransaction dan pendapatan dari layanan langganan GTA+.
Nah, soal GTA+ ada cerita yang patut dicermati. Ketika layanan itu meluncur pada 2022, respons komunitas bisa dibilang dingin. Forum Reddit penuh komentar sinis, intinya: layanan ini tidak worth it bahkan untuk pemain kasual sekalipun. Tapi diam-diam, keanggotaan GTA+ hampir naik dua kali lipat dalam setahun terakhir. Bukan angka pembulatan. Pertumbuhan nyata.
President Take-Two Karl Slatoff dalam kesempatan yang sama menunjuk NBA 2K sebagai blueprint strategi mereka: bangun produk berkualitas, kembangkan basis pemain, tingkatkan engagement, lalu dorong monetisasi lebih dalam dari basis yang sama. Implikasinya bagi GTA 6 sulit diabaikan bagi siapa pun yang mau membacanya.
Ada angka yang sedikit mengganjal. CFO Lainie Goldstein mengakui bahwa Take-Two memperkirakan sedikit penurunan pengeluaran konsumen di portofolionya, termasuk GTA Online. Sinyal bahwa mesin microtransaction yang sudah bertahun-tahun jadi tulang punggung mulai kena tampar batas pertumbuhannya. Fortnite pun pernah sampai di titik yang sama.
Guidance bookings untuk tahun fiskal 2027 dipatok di kisaran US$8 miliar hingga US$8,2 miliar, agaknya mengecewakan dibanding konsensus analis yang memperkirakan sekitar US$9,1 miliar. Take-Two juga menyebut performa Zynga, unit game mobile mereka, bakal lebih lemah tahun ini, sebagian karena basis perbandingan yang tinggi dari tahun lalu.
Rp2,3 triliun bukan angka yang relevan di sini. Yang relevan: seberapa besar GTA 6 bisa mengisi kekosongan itu.
Zelnick sendiri pernah memberi sinyal bahwa game ini tidak akan dibanderol seagresif yang disarankan beberapa analis. Beberapa pihak sempat melontarkan angka $80. Itu membatasi potensi revenue dari penjualan awal saja. Maka pendapatan jangka panjang harus datang dari tempat lain, dan infrastruktur GTA+ yang sudah berjalan dan kini tumbuh pesat adalah kandidat paling logis, kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal.
Tidak ada konfirmasi resmi soal layanan langganan khusus GTA 6. Zelnick menutup sesi diskusi investor dengan kalimat yang langsung ramai dikutip: bahwa ini bukan tim yang akan duduk santai menjelang peluncuran, dan bahwa akan ada "jauh lebih banyak hal besar dalam beberapa bulan mendatang." Bukan bahasa perusahaan yang sekadar ingin jual game lalu pergi.
Perhatikan setiap perubahan pada struktur atau harga GTA+ dalam beberapa bulan ini. Di sanalah blueprint monetisasi GTA 6 yang sesungguhnya kemungkinan akan muncul pertama kali, jauh sebelum ada siaran pers resmi.