RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  GOTO Pimpin Top Buy Asing, BBRI dan BMRI Masuk Daf...

Finansial

GOTO Pimpin Top Buy Asing, BBRI dan BMRI Masuk Daftar Dibuang

Investor asing masih membukukan net buy di BEI pada Selasa 14 Juli, meski volumenya menyusut drastis dari hari sebelumnya. GOTO jadi primadona, sementara saham-saham big banks dilepas ramai-ramai.

Net foreign terus hijau, GOTO pimpin top buy

Asing masih hijau, tapi tipis sekali. Net buy investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (14/7) hanya mencapai 3,35 juta lembar, anjlok dari 130,40 juta lembar sehari sebelumnya. Selisihnya hampir empat puluh kali lipat, angka yang cukup membuat pelaku pasar mengernyitkan dahi.

Anehnya, total volume transaksi justru naik. Foreign buy melonjak dari 3,57 miliar lembar ke 4,73 miliar lembar, dan foreign sell ikut terkerek dari 3,44 miliar ke 4,73 miliar lembar, nyaris angka kembar. Asing lebih aktif berdagang hari ini, hanya saja aksi jual dan belinya impas.

Di sisi pembelian, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) jadi yang paling diincar. Asing masuk hampir 170 juta lembar dan hanya melepas sekitar 10 juta lembar, menghasilkan net buy 159,37 juta lembar. Posisi kedua ditempati PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan net buy 95,39 juta lembar, setelah asing mencatatkan transaksi beli 390,56 juta lembar versus jual 295,17 juta lembar. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) masing-masing mengantongi net buy 31,61 juta dan 29,64 juta lembar. Melengkapi lima besar, PT Sentul City Tbk (BKSL) menyusul dengan net buy 28,62 juta lembar.

Gambar sebaliknya terjadi di sisi penjualan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) jadi saham yang paling dihajar asing, net sell 144,47 juta lembar dari total transaksi yang cukup gemuk: 818,27 juta lembar dibeli, tapi 962,74 juta lembar dilepas. Ramai, tapi ujungnya tetap jual lebih banyak.

Yang lebih menarik adalah pergerakan di sektor perbankan besar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masuk posisi dua top sell dengan net sell 127,80 juta lembar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di net sell 59,43 juta lembar. Keduanya, bersama sejumlah emiten perbankan kakap lain, tampaknya sedang jadi sasaran distribusi asing secara konsisten. Bukan fenomena sehari dua hari. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal tren, pola ini agaknya patut dibaca lebih serius oleh investor ritel yang masih memegang saham-saham tersebut, terutama mengingat net sell asing secara kumulatif sudah menyentuh puluhan triliun rupiah sepanjang tahun ini.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga masuk daftar top sell dengan net sell 50,30 juta lembar, bersama PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di kisaran 44,03 juta lembar.

IHSG sendiri sedang berupaya pulih dari tekanan beberapa pekan terakhir. Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bertahan? Selama asing belum kembali dengan conviction beli yang kuat, rebounds yang terjadi bisa jadi sekadar technical bounce. Net buy hari ini ada, tapi 3,35 juta lembar bukan angka yang bisa dipegang terlalu erat.