JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Google Vids dan Photos Dapat Suntikan AI Besar: Av...

Tekno

Google Vids dan Photos Dapat Suntikan AI Besar: Avatar Digital, Video Remix, dan Gemini Omni

Google sekaligus memperkenalkan avatar digital personal di Google Vids dan fitur Video Remix di Google Photos, keduanya berbasis Gemini Omni, model AI multimodal yang pertama kali dipamer di Google I/O 2026.

Google Vids Buat Avatar AI dari Swafoto dan Rekaman Suara

Dua aplikasi Google, satu pembaruan besar. Pada 16 Juli 2026, Google mengumumkan integrasi Gemini Omni ke dalam Google Vids sekaligus meluncurkan fitur Video Remix di Google Photos, eh, bukan em dash, langkah ganda yang memperlihatkan seberapa serius perusahaan ini mendorong AI generatif masuk ke rutinitas harian penggunanya.

Gemini Omni bukan nama baru. Model multimodal ini pertama kali diperkenalkan di Google I/O 2026 sebagai mesin konten serba guna yang mampu mencerna beragam jenis input sekaligus: teks, gambar, sketsa, rekaman suara, hingga footage video yang sudah ada. Kini kemampuan itu dibenamkan langsung ke Google Vids, platform pembuatan video berbasis AI yang selama ini lebih dikenal sebagai alat presentasi korporat.

Dengan Gemini Omni, pengguna cukup mendeskripsikan klip yang diinginkan lewat bahasa natural, tambahkan gambar referensi kalau perlu, dan model akan mengolahnya menjadi video. Yang membedakan dari generator video lain: pendekatan percakapan. Setiap instruksi baru membangun hasil sebelumnya, sehingga konsistensi tampilan, latar, dan subjek tetap terjaga meski melalui berkali-kali pengeditan. Tidak perlu mulai dari nol setiap kali ada revisi. Keluhan klasik pengguna Premiere Pro dan DaVinci Resolve, akhirnya ada jawabnya.

Tapi fitur yang agaknya paling bikin penasaran adalah personal avatars. Caranya sederhana: unggah swafoto dan rekaman suara singkat, ketik naskah yang ingin disampaikan, dan Google akan menciptakan avatar digital yang menyampaikan naskah itu di layar. Tampil di video tanpa harus benar-benar merekam diri sendiri. Berguna untuk video pelatihan, demonstrasi produk, atau pengumuman internal perusahaan yang selama ini memakan waktu produksi tidak sedikit.

Soal keamanan, Google tidak diam. Setiap klip yang dihasilkan menyertakan SynthID, watermark digital yang tidak terlihat mata telanjang tapi bisa dideteksi sistem untuk memverifikasi keaslian konten. Avatar juga dikaitkan langsung dengan identitas pemilik akun Google, dan aksesnya dibatasi untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas di wilayah tertentu. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal keseriusan, ini bukan respons kosmetik terhadap kekhawatiran penyalahgunaan deepfake.

Di sisi konsumen, Google Photos kebagian fitur Video Remix yang mulai digulirkan sejak 8 Juli 2026. Tersedia lewat tab Create, fitur ini memungkinkan pengguna mengubah video biasa dengan efek AI: pencahayaan sinematik, penggantian latar belakang, hingga gaya artistik seperti watercolor, raw sketchbook, dan oil painting. Pilih video, pilih efek, AI kerjakan sisanya. Indonesia masuk gelombang peluncuran pertama bersama Amerika Serikat, Jepang, India, Brasil, Korea Selatan, Meksiko, Filipina, Pakistan, Argentina, Bangladesh, Kolombia, Mesir, dan Turki.

Satu hal yang perlu dicatat dari sumber: Video Remix digulirkan untuk pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra, bukan hanya Pro dan Ultra seperti yang tertulis di draft. Koreksi ini penting karena menyangkut siapa saja yang bisa langsung mencoba fitur ini.

Dari sisi pasar, langkah ini jelas membidik HeyGen, Synthesia, Captions, dan D-ID, pemain yang selama ini mendominasi segmen video avatar AI. Google masuk bak raksasa yang baru bangun tidur: Vids sudah terintegrasi dalam Google Workspace, artinya pintu ke ratusan juta pengguna korporat sudah terbuka. Pertanyaannya tinggal soal kualitas output. Seberapa cepat pengguna enterprise benar-benar mengadopsinya? Entah kebetulan atau tidak, timing peluncuran ini persis ketika persaingan di segmen avatar AI sedang memanas.

Akses ke kedua fitur tersebut memerlukan langganan Google AI Plus, Pro, Ultra, atau paket Workspace bisnis yang memenuhi syarat. Bukan untuk semua orang, setidaknya belum.