KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Google Rilis Gemini Go, AI Ringan untuk HP Android...

Tekno

Google Rilis Gemini Go, AI Ringan untuk HP Android RAM 2 GB

Google meluncurkan Gemini Go, versi ramping dari asisten AI Gemini yang dirancang khusus untuk ponsel Android Go dengan RAM 2 GB, sekaligus menggantikan Assistant Go yang selama ini dipakai di perangkat entry-level.

Google Rilis Gemini Go, AI untuk HP Android RAM 2 GB

Selama ini, AI generatif sepertinya memang cuma urusan ponsel mahal. Google agaknya tidak mau keadaan itu berlangsung terlalu lama.

Raksasa teknologi asal Mountain View itu resmi meluncurkan Gemini Go, versi ramping dari asisten AI Gemini yang dirancang khusus untuk smartphone Android Go, eh, hapus itu. Sistem operasi yang dioptimalkan untuk perangkat kelas bawah. Targetnya jelas: ponsel dengan RAM 2 GB pun kini bisa menjalankan AI percakapan yang responsif, tanpa lag, tanpa crash.

"Tujuan kami adalah memastikan bahwa pengalaman AI tetap dapat diakses oleh semua orang, termasuk pengguna perangkat dengan spesifikasi yang lebih sederhana," ujar Anish Kotthapalli, Manajer Komunitas Tim Aplikasi Gemini. Sederhana kedengarannya. Tapi implikasinya cukup besar, kalau kita ingat betapa masifnya basis pengguna Android Go di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara fitur, Gemini Go membawa kemampuan yang sebelumnya sudah dikenal dari Gemini reguler. Pengguna bisa meminta AI ini melakukan panggilan telepon, mengirim pesan teks, mencari informasi lokal, mengatur alarm, membuat jadwal di kalender, hingga memutar musik sesuai suasana hati. Google juga memberikan contoh penggunaan sehari-hari: memperkirakan waktu tempuh ke kantor atau mencari restoran buka malam dengan fasilitas tertentu di sekitar lokasi pengguna.

Yang sedikit mengejutkan, meski berjalan di perangkat berspesifikasi terbatas, Gemini Go tetap mendukung unggahan file. Dokumen, foto, berkas lain bisa dilampirkan untuk memberikan konteks tambahan saat berinteraksi. Bukan fitur remeh untuk kelas entry-level.

Ada pekerjaan teknis yang tidak kecil di balik ringannya bobot aplikasi ini. Google mengoptimalkan Gemini Go lewat kompresi model dan pendekatan pemrosesan berbasis cloud, sehingga konsumsi memori bisa ditekan tanpa mengorbankan kecerdasan inti. Hasilnya, setidaknya di atas kertas, adalah asisten virtual yang bisa bersaing dengan pengalaman AI di ponsel yang jauh lebih mahal. Bisa jadi. Kalau klaimnya terbukti.

Peluncuran Gemini Go sekaligus menandai pensiun dini bagi Assistant Go, versi ramping Google Assistant yang selama ini jadi andalan perangkat Android Go. Gemini Go mengambil alih seluruh peran dan fungsinya. Cara aksesnya serupa: tekan dan tahan tombol Home atau tombol Power, tergantung konfigurasi perangkat.

Google tidak menjelaskan secara gamblang perbedaan teknis antara Gemini Go dengan Gemini versi standar, termasuk apakah ada fitur yang sengaja dikurangi. Klaim yang masih perlu dibuktikan lewat penggunaan nyata, terutama soal kualitas respons dibanding versi penuh.

Distribusi dilakukan secara bertahap mulai pekan ini untuk pengguna Android Go di seluruh dunia. Untuk mengecek ketersediaan, pengguna cukup memperbarui aplikasi Google melalui Play Store ke versi terbaru.

Di pasar seperti Indonesia, ponsel entry-level masih mendominasi penjualan. Langkah Google ini, entah kebetulan atau tidak, bisa jadi lebih relevan dari sekadar pembaruan fitur biasa.