KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Google dan Meta Kucurkan Rp 4,7 Triliun untuk Proy...

Tekno

Google dan Meta Kucurkan Rp 4,7 Triliun untuk Proyek Sel Virtual Biohub

Koalisi teknologi yang melibatkan Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs menggelontorkan USD 300 juta ke proyek sel virtual Biohub, bagian dari megaproyek Virtual Biology senilai USD 1,8 miliar.

Google Suntik Dana Rp 4,7 Triliun ke Proyek Bos Meta

USD 300 juta bukan angka kecil, bahkan untuk ukuran Silicon Valley. Google DeepMind, Meta, dan Isomorphic Labs secara resmi menggelontorkan investasi sebesar itu ke proyek sel virtual yang digawangi Biohub, organisasi riset biomedis nirlaba yang didirikan Mark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan, pada 2016. Suntikan dana ini menjadi bagian dari megaproyek yang diberi nama Virtual Biology, dengan total nilai mencapai USD 1,8 miliar atau sekitar Rp 28 triliun.

Apa yang sedang dibangun Biohub sebenarnya cukup ambisius. Platformnya dirancang agar para peneliti dapat memprediksi, mensimulasikan, bahkan mengevaluasi eksperimen biologis secara sepenuhnya digital, tanpa harus menunggu berhari-hari di laboratorium fisik. Target jangka panjangnya: mempercepat penemuan obat dan penanganan penyakit yang selama ini tersendat di bottleneck riset konvensional.

"Model biologis prediktif yang akurat dapat secara dramatis mempercepat penemuan ilmiah dengan memungkinkan para ilmuwan melakukan eksperimen secara digital. Pembuatan sel virtual adalah salah satu tantangan terpenting bagi era sains berikutnya, yang membutuhkan upaya kolaborasi data secara terkoordinasi di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Alex Rives, Head of Science Biohub.

Dukungan tidak hanya datang dari sektor swasta. Pemerintah AS pun ikut pasang badan. Departemen Energi mengalokasikan lebih dari USD 500 juta selama lima tahun untuk menunjang kebutuhan komputasi dan infrastruktur penelitian. National Institutes of Health berkontribusi lewat penyediaan repositori data, basis pengetahuan, dan kumpulan data biologis dari investasi federal sebelumnya yang juga bernilai lebih dari USD 500 juta. Total dukungan pemerintah saja sudah melampaui USD 1 miliar. Bukan angka main-main.

Kombinasi modal swasta dari raksasa teknologi global dan dukungan fiskal Washington agaknya membentuk ekosistem yang belum pernah terbentuk sebelumnya di ranah riset biologi berbasis AI. Isomorphic Labs, startup penemuan obat berbasis AI yang masuk sebagai investor, menambah dimensi aplikasi langsung ke dalam konsorsium ini karena bisnis intinya memang bergantung pada kecepatan dan akurasi model biologis.

Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya tidak: bagaimana respons sel terhadap infeksi atau formula obat tertentu? Jawaban yang dulu butuh berminggu-minggu percobaan laboratorium diharapkan bisa muncul dalam hitungan detik di lingkungan virtual. Kalau klaim ini terbukti, industri farmasi global tidak akan pernah sama lagi.