SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  GoCar Berlakukan Biaya Pembatalan Rp3.000, Pengemu...

Bisnis

GoCar Berlakukan Biaya Pembatalan Rp3.000, Pengemudi yang Kebagian Untung

Gojek resmi menerapkan cancellation fee sebesar Rp3.000 untuk layanan GoCar secara bertahap mulai 3 Februari 2026 di tujuh kota besar Indonesia. Seluruh biaya diserahkan langsung ke mitra pengemudi.

Gojek Terapkan Biaya Pembatalan GoCar Rp3.000, Ini Aturan Cancellation Fee

Gojek Indonesia resmi menerapkan biaya pembatalan sebesar Rp3.000 untuk layanan GoCar, tapi tunggu, em dash itu harus pergi. Kebijakan baru ini mulai bergulir 3 Februari 2026, diberlakukan bertahap di tujuh kota: Bali, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Bandung, Malang, dan Makassar. Berlaku untuk seluruh varian GoCar, kecuali GoCar Instant dan GoCar Rental.

Seluruh biaya pembatalan diserahkan 100% ke mitra pengemudi. Tidak ada yang masuk kantong platform. Gojek memposisikan kebijakan ini sebagai kompensasi atas waktu dan bahan bakar yang sudah terbuang ketika pesanan dibatalkan setelah pengemudi telah bergerak atau menunggu.

Ada empat kondisi yang memicu tagihan itu. Pertama, pelanggan membatalkan setelah pengemudi tiba di titik jemput. Kedua, pengemudi sudah menempuh lebih dari 1 kilometer menuju lokasi. Ketiga, lebih dari 7 menit berlalu sejak pengemudi ditemukan dan ia sudah dalam perjalanan. Keempat, pengemudi yang membatalkan setelah menunggu di titik jemput selama 10 menit atau lebih juga termasuk dalam ketentuan ini. Bukan main. Artinya pembatalan dari sisi pengemudi pun bisa memicu fee, asalkan syarat waktunya terpenuhi.

Soal cara bayar: GoPay, kartu debit, kartu kredit, atau dompet digital lain semuanya diterima. Bagi pengguna yang pilih bayar tunai, tagihannya akan menggantung dan wajib dilunasi sebelum bisa memesan GoCar lagi. Semacam utang kecil yang ditagih saat kamu paling butuh tumpangan.

Gojek menyertakan klausul pengecualian yang cukup wajar. Pelanggan bebas dari biaya kalau pembatalan dilakukan oleh pengemudi sendiri di luar ketentuan, atau pengemudi tiba di lokasi yang tidak sesuai titik pada aplikasi. Ada juga fitur waiver untuk pembatalan pertama. Kesalahan pertama masih dimaafkan. Baru pembatalan kedua dan seterusnya yang kena tarif.

Pertanyaannya, kenapa baru sekarang? Selama ini, pengemudi yang sudah meluncur jauh lalu pesanannya dibatalkan begitu saja tidak dapat kompensasi apa pun. Kebijakan ini, kalau berjalan sesuai rencana, mengubah itu. Sekaligus mendisiplinkan pengguna yang selama ini enteng menekan tombol "Batalkan" hanya karena terlambat turun dari kamar atau berubah pikiran di menit terakhir.

Rp3.000 memang tidak terasa besar. Tapi kalikan dengan frekuensi pembatalan harian di jutaan pengguna aktif Gojek, dan gambarannya mulai berbeda cerita.