RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Gibran dan Menkeu Kompak: Harga BBM Subsidi Tidak...

Ekonomi

Gibran dan Menkeu Kompak: Harga BBM Subsidi Tidak Naik sampai Akhir Tahun

Wapres Gibran menegaskan kenaikan harga BBM subsidi bertentangan langsung dengan arahan Presiden Prabowo. Menkeu pun sudah kalkulasi skenario minyak US$100 per barel sampai akhir tahun.

Usulan menaikkan harga BBM bersubsidi sudah sampai ke meja Wapres. Jawabannya? Tidak.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons wacana itu dengan menyebut bahwa kenaikan harga BBM subsidi tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Gibran bahkan mengapresiasi usulan tersebut sebelum menolaknya, sebuah gestur diplomatis yang tetap berujung pada kata "tidak". Menurut Gibran, Prabowo sudah secara jelas dan tegas memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil.

"Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dan lain-lain," tambah Gibran dalam keterangan tertulis, Kamis.

Efek berantai kenaikan BBM memang bukan cerita baru. Setiap kali pompa bensin mengubah angka, pasar tradisional ikut bergejolak. Harga cabai naik, ongkos angkot ikut. Pola klasik yang sudah berulang bertahun-tahun. Pemerintah agaknya sadar betul risiko domino itu, apalagi daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Komitmen ini bukan cuma datang dari Wapres. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah menghitung angkanya secara eksplisit dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4). "Kami siap tidak menaikkan (harga) sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata," ujar Purbaya.

US$100 per barel. Angka yang tidak main-main. Tapi harga minyak mentah saat ini bergerak jauh di bawah level itu, yang artinya ruang fiskal untuk menahan harga BBM subsidi secara teknis masih tersedia, setidaknya sampai Desember. Pertanyaannya, kalau harga minyak dunia tiba-tiba melonjak melewati asumsi itu, apa rencana cadangannya?

Gibran juga menyinggung agenda jangka panjang sebagai jawaban struktural atas ketergantungan pada BBM subsidi: akselerasi kendaraan listrik. Presiden Prabowo bahkan melakukan kunjungan langsung ke Magelang, Jawa Tengah, untuk peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik. Sinyal keseriusan, kalau mau dibaca begitu.

Jaminan harga BBM dan transisi energi berjalan paralel. Masuk akal di atas kertas. Eksekusinya, seperti biasa, yang jadi ujian sesungguhnya.