SABTU, 3 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Geely EX5 dan Starray EM-i: SUV Elektrifikasi deng...

Bisnis

Geely EX5 dan Starray EM-i: SUV Elektrifikasi dengan Biaya Servis Mulai Rp122 Ribu per Bulan

Geely Auto Indonesia resmi memperkenalkan dua lini elektrifikasi andalannya dengan klaim biaya kepemilikan jangka panjang yang kompetitif, di tengah tren adopsi kendaraan listrik yang sudah menyentuh 26% dari total penjualan nasional.

Saingi Pasar EV, Geely Hadirkan SUV Mewah dengan Biaya Perawatan Mulai Rp120 Ribu - Transportasi Media Indonesia

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kendaraan elektrifikasi sudah menyumbang sekitar 26% dari total penjualan mobil nasional. Kalau dibandingkan kondisi dua atau tiga tahun lalu, angka itu terasa seperti lompatan jauh.

Geely Auto Indonesia membaca momentum ini dengan meluncurkan dua model sekaligus: Geely EX5, SUV listrik murni, dan Geely Starray EM-i, plug-in hybrid yang menyasar segmen komuter jarak jauh. Proposisi utamanya bukan soal teknologi atau desain, melainkan biaya. Biaya perawatan berkala diklaim dimulai dari Rp120 ribu per bulan selama lima tahun kepemilikan.

"Melalui Geely EX5 dan Geely Starray EM-i, kami menghadirkan solusi mobilitas dengan biaya kepemilikan yang lebih terukur," ujar Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia. Untuk EX5, rata-rata biaya servis berkala hingga 100.000 km atau setara 5 tahun hanya Rp122 ribu per bulan. Starray EM-i sedikit lebih tinggi, Rp273 ribu per bulan, dijadwalkan hingga 75.000 km.

EX5 mengandalkan Short Blade Battery berkapasitas 60,22 kWh. Jarak tempuh diklaim 495 km sekali cas, efisiensi 11,6 km/kWh. Pengguna harian rata-rata cukup mengisi daya satu hingga dua kali seminggu. Untuk pemakaian 25 hari dengan jarak 1.000 hingga 1.500 km, estimasi tagihan listrik di SPKLU berkisar Rp290.000 hingga Rp435.000 per bulan. Sulit ditandingi kendaraan BBM di kelas yang sama, kalau data ini bisa dipercaya.

Bagaimana kondisi nyata di tangan konsumen? Anton Widodo, salah satu pembeli awal EX5 di GIIAS 2025, sudah menempuh sekitar 25.000 kilometer. Baginya, keunggulan utama bukan soal irit. "Feeling mengemudinya seperti mobil Eropa," katanya kepada Kompas.com. Bobot setir dinilai pas, suspensi mampu meredam jalan dengan baik, dan proses adaptasi dari mobil bensin terasa lebih mulus dibanding EV lain yang pernah dicobanya.

Anton bahkan sudah beberapa kali touring ke Yogyakarta, Solo, dan Semarang bersama komunitas EX5IS yang didirikannya, dengan konsumsi energi rata-rata sekitar 12 kWh per 100 kilometer. Bukan sekadar klaim pabrikan.

Ada catatan, tentu saja. Ukuran ban standar EX5 masih langka di pasaran, pilihan pengganti relatif terbatas. Tidak ada ban serep, hanya tire repair kit. Pernah pula muncul bunyi dari area sunroof saat cuaca panas, meski akhirnya teratasi dengan pelumas khusus di bengkel resmi.

Untuk Starray EM-i, segmen sasarannya lebih spesifik: komuter luar kota yang menempuh 40 hingga 60 km sehari. Dengan baterai 18,4 kWh yang mampu menempuh 105 km dalam mode listrik murni dan tangki bensin 51 liter, daya jelajah gabungannya melampaui 1.000 km. Dalam pengujian rute Jakarta-Bandung-Jakarta, konsumsi BBM tercatat 1,24 liter per 100 km, setara 80,7 km/liter dalam mode hybrid. Total estimasi biaya operasional bulanan untuk skenario komuter, termasuk kombinasi cas dan bensin, berada di kisaran Rp655.000 hingga Rp982.000.

Rp655 ribu sebulan. Angka yang, bagi sebagian besar komuter Jakarta, terasa nyata.

Dari sisi purnajual, EX5 datang dengan garansi baterai seumur hidup, sementara Starray EM-i dilindungi garansi baterai utama hingga 8 tahun atau 180.000 km. Keduanya sudah dilengkapi Emergency Roadside Assistance dan paket pengisian daya rumahan.

Peang spesifikasi di segmen elektrifikasi Indonesia agaknya sudah lewat masanya. Geely, setidaknya lewat dua model ini, memilih bertarung di lembar biaya kepemilikan.