MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Garuda (GIAA) Cetak Pendapatan Rp12,9 Triliun, Rug...

Bisnis

Garuda (GIAA) Cetak Pendapatan Rp12,9 Triliun, Rugi Bersih Susut 45,2%

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan US$762,35 juta di kuartal I/2026, tumbuh 5,36% YoY, sementara rugi bersih berhasil dipangkas hampir separuhnya menjadi US$41,62 juta.

Garuda (GIAA) Raup Rp12,9 Triliun di Kuartal I/2026, Rugi Susut 45,2%

Kuartal pertama 2026 cukup jadi momen yang bisa dibanggakan manajemen Garuda Indonesia. Bukan karena sudah untung, tapi karena arahnya mulai benar.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar US$762,35 juta atau sekitar Rp12,9 triliun sepanjang Januari hingga Maret 2026, tumbuh 5,36% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$723,56 juta. Mesin utama pertumbuhan itu datang dari penerbangan berjadwal, yang menyumbang US$648,10 juta, naik 7,36% secara tahunan.

Bukan angka kecil.

Rugi bersih perseroan terpangkas hampir separuh: dari US$75,93 juta di kuartal I/2025 menjadi US$41,62 juta atau sekitar Rp707,54 miliar. Penurunan 45,2% ini agaknya jadi sinyal yang paling ditunggu pelaku pasar, eh, maksudnya, sinyal yang paling ditunggu mereka yang sudah lama memantau proses restrukturisasi GIAA.

Dari sisi operasional, Garuda Indonesia Group mengangkut 5,42 juta penumpang selama kuartal I/2026, tumbuh 6,76% dari 5,08 juta penumpang setahun sebelumnya. Garuda Indonesia membawa 2,47 juta di antaranya; Citilink kebagian 2,94 juta. Frekuensi penerbangan ikut terkerek 5,87% menjadi 19.337 penerbangan, naik dari 18.265 penerbangan di periode yang sama 2025.

OTP juga membaik. Tingkat ketepatan waktu naik ke 91,01% dari 87,93%. Capaian yang tidak sepele, kalau ingat dua-tiga tahun lalu maskapai ini sempat babak belur secara operasional. Armada yang beroperasi kini mencapai 102 unit serviceable, bagian dari program return to service yang terus digenjot.

"Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I/2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap," kata Direktur Utama GIAA Glenny Kairupan dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

Glenny juga menyebut fokus perseroan saat ini tertuju pada operational discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta digitalisasi operasional. Bukan sekadar kejar pendapatan jangka pendek, melainkan rebuilding fundamentals secara menyeluruh. Pertanyaannya, berapa kuartal lagi sebelum konsistensi itu benar-benar terbukti?

Bagi investor ritel yang sudah lama nyangkut di GIAA, data kuartal ini setidaknya memberi satu hal: narasi pemulihan yang kini punya angka untuk menopangnya.