KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Garmin Cirqa: Gelang Pintar Tanpa Layar, Tanpa Tag...

Tekno

Garmin Cirqa: Gelang Pintar Tanpa Layar, Tanpa Tagihan Langganan

Garmin resmi meluncurkan Cirqa Smart Band, gelang pintar tanpa layar yang menyasar segmen yang selama ini dikuasai Whoop dan Fitbit Air, dengan harga USD199,99 dan tanpa kewajiban biaya berlangganan.

Pasar perangkat wearable bersaing berdasarkan pengalaman pengguna yang mulus.

Garmin akhirnya melepas gelang pintar tanpa layar pertamanya. Cirqa Smart Band masuk ke segmen yang selama ini diisi Whoop 5.0 dan Fitbit Air, membawa proposisi yang cukup gamblang: fitur pemantau kesehatan sekelas kompetitor, tapi tanpa tagihan bulanan yang harus dikhawatirkan pengguna.

Harganya USD199,99 atau sekitar Rp3,5 juta. Bukan murah untuk ukuran gelang tanpa layar, tapi kalkulasinya berubah kalau dibandingkan dengan ekosistem pesaing. Whoop meminta biaya langganan tahunan mulai USD199 hanya untuk mengakses datanya sendiri. Fitbit Air masuk dengan harga lebih terjangkau di USD99, tapi fitur-fitur lanjutan butuh tambahan langganan Google Health Premium senilai USD99 per tahun. Garmin memilih jalur berbeda. Agaknya itu bukan keputusan sembarangan, mengingat pasar wearable global diproyeksikan melampaui USD144 miliar sepanjang 2026.

Secara fisik, Cirqa tampil sangat bersahaja. Modul utamanya berukuran 27 x 47 x 9 mm dengan bobot di bawah 15 gram, dibalut bodi fiber-reinforced polymer dan tali ComfortFit Fabric berbahan kain lebar 24mm. Ada satu tombol fisik di sisi perangkat yang bisa difungsikan sebagai pintasan aktivitas favorit. Tidak lebih dari itu. Bisa dikenakan di pergelangan tangan maupun lengan atas, tahan air hingga 5 ATM, tersedia dalam tujuh pilihan warna mulai dari Citron Gray, Mauve, French Gray, hingga Captain Blue.

Yang membuat Cirqa bukan sekadar gelang kain biasa ada di dalamnya. Garmin menyematkan sensor Elevate 4, sensor yang sama seperti di seri Venu 2, Fenix 7, dan Epix, untuk memantau detak jantung, saturasi oksigen (SpO2), suhu kulit, dan tingkat stres selama 24 jam. Dari data-data itu, perangkat mengolah metrik seperti Body Battery, HRV Status, VO2 Max, Training Readiness, dan Recovery Time. Lebih dari 80 mode olahraga bisa dipantau secara otomatis, dari lari pagi sampai yoga sampai tinju.

Karena tanpa layar, semua data mengalir ke aplikasi Garmin Connect di smartphone Android maupun iOS. Pengguna bisa mengoreksi deteksi aktivitas yang kurang tepat agar sistem semakin akurat nantinya. Soal GPS, Cirqa mengandalkan Connected GPS dari ponsel yang dipasangkan, belum punya modul mandiri. Baterai diklaim 10 hari per siklus pengisian, lebih tahan lama dari Fitbit Air yang hanya bertahan sepekan, meski masih kalah dari Whoop yang diklaim bisa dua minggu. Selisih yang lumayan, kalau diperhatikan.

Fitur pemantauan untuk pengguna perempuan juga tersedia, mencakup prediksi periode menstruasi dan estimasi masa ovulasi berdasarkan suhu kulit saat tidur. Pemantauan tidur pun komprehensif: deteksi tidur siang, laju pernapasan, semuanya tercatat.

"Dengan desain yang ringkas dan fitur kesehatan serta kebugaran khas Garmin, Cirqa melengkapi lini perangkat wearable kami sehingga pengguna dapat berpindah antar-perangkat Garmin dengan lebih mudah sepanjang hari," kata Susan Lyman, VP of Consumer Sales and Marketing Garmin.

Cirqa dijadwalkan mulai bisa dipesan konsumen di AS pada 24 Juli 2026. Pertanyaan sesungguhnya bukan soal spesifikasi. Apakah positioning "fitur lengkap tanpa langganan" cukup kuat untuk merebut segmen yang kini masih digenggam Whoop, dengan basis pengguna loyal dan komunitas yang sudah bertahun-tahun terbentuk? Itu yang belum terjawab.