Sepanjang kuartal ini, narasi "ponsel sebagai alat kerja" kian sering terdengar dari para pabrikan. Samsung, kali ini, tidak sekadar bicara.
Galaxy Z Fold8 Ultra resmi masuk periode penjualan perdana di Indonesia mulai 14 hingga 31 Agustus 2026, menyasar segmen profesional yang sudah lama lelah membawa dua perangkat ke mana-mana. Ponsel lipat ini hadir dengan layar internal 8 inci dan Cover Screen 6,5 inci, fondasi dari klaim Samsung bahwa perangkat ini bisa menggantikan laptop di banyak skenario kerja nyata.
Dapur pacunya cukup untuk meyakinkan: prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy, baterai 5.000 mAh, dan sistem pendingin berbasis struktur grafit yang lebih luas dari generasi sebelumnya. Kombinasi ini dirancang untuk menghindari throttling saat pengguna memaksimalkan beberapa aplikasi berat sekaligus. Titik lemah klasik ponsel lipat generasi lama.
Tapi justru bukan spesifikasinya yang paling menarik. Samsung menyusun lapisan fitur produktivitas di atasnya dengan cukup serius. Fitur Multi Window memungkinkan layar utama dibagi menjadi dua hingga tiga jendela aplikasi secara bersamaan, baik dalam Split View maupun Pop-up View yang melayang bebas. Transisi dari Cover Screen ke Main Screen berjalan tanpa jeda, pekerjaan yang sudah berjalan tidak perlu diulang dari awal. Taskbar di bagian bawah layar bisa menyimpan App Pair, kombinasi dua aplikasi yang dibuka sekaligus hanya dengan satu ketukan.
Kalau semua itu masih terasa kurang, Samsung DeX hadir sebagai kartu truf. Hubungkan Galaxy Z Fold8 Ultra ke monitor eksternal, tambahkan keyboard dan mouse, antarmukanya berubah menyerupai desktop konvensional. Ukuran jendela bisa diatur bebas, kursor bisa digunakan normal, tugas seperti penyuntingan dokumen atau analisis data bisa dikerjakan layaknya di depan PC. Bukan main, untuk ukuran sebuah ponsel.
Dari sisi promosi, Samsung cukup agresif. Selama periode penjualan perdana, pembeli bisa mengantongi cashback kartu kredit dari bank mitra hingga Rp3 juta, e-voucher senilai Rp1,5 juta, dan multi-buy cashback lebih dari Rp1,5 juta dengan syarat berlaku. Di atas itu, ada bundel gratis langganan Google AI Pro selama enam bulan, setara nilai Rp1,8 juta, agaknya sengaja disematkan untuk menguatkan positioning AI pada perangkat ini.
Program trade-in-nya juga patut dicermati. Pengguna yang menukar Galaxy Z Fold7 256GB ke varian Galaxy Z Fold8 Ultra 512GB bisa mendapat penilaian unit lama hingga Rp14,6 juta. Dipadukan dengan cashback perbankan, cicilan 0% bisa turun ke kisaran Rp1,5 juta per bulan selama 12 bulan. Angka yang tidak main-main untuk kelas flagship layar lipat.
Pertanyaannya: apakah ekosistem aplikasi Android sudah cukup matang untuk betul-betul menggantikan laptop dalam keseharian kerja? Samsung sudah menjawab dari sisi hardware dan antarmuka. Jawaban sisanya ada di tangan penggunanya. Perangkat tersedia di Samsung.com/id dan Samsung Experience Store di seluruh Indonesia.