Kurang dari sepekan menjelang Galaxy Unpacked 22 Juli di London, bocoran spesifikasi Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 mulai mengalir deras. Dan satu detailnya cukup untuk membuat komunitas tech mengangkat alis: chipset Exynos ditinggalkan.
Berdasarkan laporan WinFuture dan 9to5Google, kedua smartwatch Samsung yang akan datang itu diperkirakan mengusung Snapdragon Wear Elite SW6100 buatan Qualcomm. Ini bukan sekadar pergantian silikon biasa. Jika bocoran ini akurat, Galaxy Watch 9 dan Ultra 2 akan jadi lini Galaxy Watch pertama yang tidak lagi mengandalkan chipset in-house Samsung sejak seri ini lahir.
Galaxy Watch 9 hadir dalam dua ukuran, 40 mm dan 44 mm, dengan layar AMOLED beresolusi 438x438 dan 480x480 piksel. Keduanya disebut mengusung RAM 2GB dengan opsi penyimpanan 32GB atau 64GB, dibalut material aluminium bersertifikasi ketahanan air 5 ATM. Soal baterai, varian kecil dibekali 325 mAh dan varian besarnya 445 mAh. Kapasitas ini mungkin tidak bikin siapa pun terpukau, tapi kombinasinya dengan Snapdragon yang selama ini dikenal lebih jinak dari Exynos W1000 bisa jadi poin krusial untuk daya tahan harian.
Watch Ultra 2 bermain di level berbeda. Baterai 800 mAh, naik cukup jauh dari generasi pertama yang hanya 590 mAh. Angka yang tidak main-main untuk kategori smartwatch. Material titanium dengan ketahanan air 10 ATM atau setara 100 meter kedalaman melengkapi paket Ultra 2 yang jelas disasar untuk segmen premium. Chipset dan konektivitasnya selaras dengan Watch 9: Snapdragon SW6100, Bluetooth 6.0, NFC, Wi-Fi dual-band, plus opsi LTE.
Di atas semua hardware itu, keduanya diperkirakan berjalan di Wear OS 7 dengan antarmuka One UI 9 Watch. Kombinasi software baru dan chipset Qualcomm menjadi taruhan Samsung bahwa performa dan efisiensi daya generasi ini akan terasa beda, bukan sekadar angka di atas kertas.
Waktu yang dipilih Samsung untuk transisi chipset ini bukan tanpa konteks. CEO TM Roh secara terbuka menempatkan smartwatch sebagai salah satu titik interaksi paling penting dalam ekosistem AI Samsung. Dalam pernyataannya menjelang Unpacked, Roh menegaskan bahwa Galaxy Watch bukan sekadar perangkat kesehatan, melainkan perangkat yang "memahami berbagai sinyal tubuh" untuk membangun pengalaman AI yang lebih personal.
"AI tidak perlu berpikir melebihi Anda, AI perlu memahami Anda," kata Roh, yang menganalogikan lompatan AI saat ini seperti momen listrik masuk ke setiap rumah. Data tidur dari jam tangan, katanya, bisa membentuk jadwal hari berikutnya secara otomatis. Retorika yang terdengar familiar dari pemain big tech manapun, tapi klaim yang masih perlu dibuktikan dalam pengalaman nyata pengguna.
Soal keamanan, Knox tetap jadi lapisan pelindung lintas perangkat, termasuk ketika data berpindah antar gadget dalam skenario agentic AI. Data paling sensitif, kata Roh, tetap disimpan di perangkat, bukan di cloud. Positioning ini agaknya sengaja ditonjolkan untuk mengimbangi narasi keterbukaan platform yang juga terus didorong Samsung lewat SmartThings.
Seluruh bocoran ini belum dikonfirmasi. Samsung belum merilis satu pun spesifikasi resmi. Tapi dengan Unpacked London tinggal hitungan hari, acara yang disiarkan live di Samsung.com dan YouTube mulai pukul 20.00 WIB pada 22 Juli itu, jawabannya tidak akan lama lagi datang.