Chipset baru, baterai lebih besar, kecerdasan buatan yang tidak lagi numpang di ponsel, tiga pilar itu yang Samsung tegaskan lewat teaser Galaxy Watch 9 pada 14 Juli 2026, persis seminggu sebelum peluncuran resmi 22 Juli mendatang.
Yang membedakan generasi ini bukan sekadar angka spesifikasi. Samsung secara eksplisit menggeser posisi smartwatch-nya dari "aksesoris pendamping ponsel" menjadi perangkat mandiri berkemampuan AI penuh. Bukan pergeseran kecil.
Teknologi yang diusung adalah agentic AI, eh, tunggu, hapus itu. Agentic AI: sistem yang bersifat proaktif, mampu mengambil tindakan otonom tanpa menunggu perintah eksplisit dari pengguna. Bayangkan jam tangan yang aktif mengelola jadwal, memprediksi kondisi kebugaran fisik secara langsung, atau mengingatkan sebelum tubuh menyerah kelelahan, semuanya diproses di pergelangan tangan. Kapabilitas ini ditopang chipset Snapdragon Wear Elite yang dikabarkan menjadi jantung Watch 9 dan Watch Ultra 2, prosesor yang dirancang dengan efisiensi daya yang cukup serius sekaligus kemampuan inferensi AI on-device.
Soal baterai, Samsung agaknya sadar ini sudah lama jadi luka lama. Watch Ultra 2 disebut-sebut membawa sel baterai lebih besar dari generasi sebelumnya, dan optimalisasi chipset fabrikasi terbaru turut memperpanjang daya tahan. Kombinasi hardware lebih hemat dan software yang lebih cermat mengelola beban komputasi, klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya, masih perlu dibuktikan dalam pemakaian nyata.
Satu fitur yang menarik perhatian: Heart Health Score, metrik baru yang diperkirakan menggantikan cardiovascular load yang sudah ada. Nama berubah, tapi impikasinya lebih dalam. Samsung tampak ingin menyajikan data kesehatan yang lebih mudah dicerna orang awam, bukan sekadar deretan angka teknis yang hanya dipahami dokter atau pengguna hardcore. Pertanyaannya, seberapa jauh penyederhanaan itu tidak mengorbankan kedalaman datanya?
Dari sisi material, Watch Ultra 2 mempertahankan konstruksi premium yang lebih tahan benturan dan goresan. Layar diklaim lebih cerah di bawah sinar matahari langsung, sensor kesehatan generasi terbaru dengan akurasi ditingkatkan. Segmen ultra-premium memang tidak main-main soal finishing.
Pasar wearable global? Jenuh. Para analis menilai langkah Samsung ini sebagai respons langsung terhadap kenyataan itu. Ketika nyaris semua pemain sudah menawarkan pelacak detak jantung dan penghitung langkah, diferensiasi sejati hanya bisa datang dari lapisan lebih dalam: kecerdasan yang genuine, bukan fitur yang terlihat canggih di brosur tapi tidak terasa di pemakaian.
Samsung juga membuka kampanye reservasi bersamaan untuk Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8. Kredit reservasi $30 (sekitar Rp490 ribu) plus kesempatan memenangkan kartu hadiah senilai $500 (sekitar Rp8,2 juta), meski program ini tidak tersedia di semua pasar.
Harga masih tanda tanya. Dengan paket fitur sepremium ini, potensi kenaikan dari generasi sebelumnya bukan hal mengejutkan, dan bisa jadi hambatan tersendiri bagi adopsi yang lebih luas. Yang akan terjawab pada 22 Juli: apakah AI agentic di pergelangan tangan ini benar-benar mengubah cara orang bekerja dan menjaga kesehatan, atau sekadar alasan pemasaran untuk membenarkan banderol lebih tinggi. Setidaknya itu klaim manajemen, pasar yang akan memutuskan.