RABU, 7 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Galaxy S26: Ponsel Kompak Terbaik yang Juga Bikin...

Tekno

Galaxy S26: Ponsel Kompak Terbaik yang Juga Bikin Frustrasi

Samsung Galaxy S26 hadir dengan bodi kompak, performa kencang, dan fitur video sinematik Galaxy LOG yang imresif, tapi kamera stagnan empat tahun dan pengisian daya 25W masih jadi duri dalam daging.

Bikin Fancam Konser Ala Film Pakai Fitur Galaxy LOG di Samsung S26 Ultra

Empat tahun. Itu waktu yang dibutuhkan Samsung untuk tidak mengubah hardware kamera Galaxy S26 secara berarti, dan entah kebetulan atau tidak, angka itu kini jadi satu-satunya hal yang paling sering disebut orang saat membahas ponsel ini.

Sensor utama 50MPx, lensa ultrawide 12MPx, telefoto 10MPx. Sudah ada sejak generasi terdahulu. Samsung boleh berdalih soal peningkatan algoritma, dan memang hasilnya terasa, gambar lebih tajam, akurasi warna lebih baik. Tapi perasaan bahwa Anda memotret dengan hardware yang sama seperti dua atau tiga tahun lalu itu sulit hilang. Pesaing dari Cupertino memang masih hanya menawarkan dua lensa di model dasarnya, tapi keduanya kini beresolusi 50MPx. Kamera depannya sudah 18MPx, sementara S26 masih bertahan di 12MPx untuk selfie. Nol peningkatan.

Yang bikin tambah menggaruk kepala: modul kamera belakangnya justru makin besar. Tonjolan yang lebih masif dari Galaxy S25 ini ironisnya tidak membawa teknologi baru yang sepadan. Ponsel jadi goyang di atas meja, dan casing bawaannya pun tak banyak membantu.

Tapi mari jujur soal apa yang S26 lakukan dengan benar, karena tidak sedikit.

Bodi tetap jadi keunggulan utama. Tipis, ringan, dan praktis tidak terasa di saku, dengan konstruksi material premium bersertifikasi IP68. Layar 6,2 inci Full HD+ dengan kecerahan 2.600 nits di bawah terik matahari bukan angka kecil, dan resolusi 411 ppi membuat tampilan tetap tajam meski resolusinya tidak setinggi seri Plus atau Ultra. Ukurannya naik 0,1 inci dari generasi sebelumnya tanpa mengubah dimensi fisik secara berarti, jadi pengguna mendapat ruang visual lebih besar tanpa harus menyesuaikan pegangan.

Performa juga tidak perlu diragukan. Exynos 2600 (untuk versi Eropa) yang berpadu dengan One UI 8.5 berbasis Android 16 terasa sangat responsif untuk semua skenario harian, dari multitasking, pengeditan video, sampai fitur Galaxy AI yang kini makin matang. Beban kerja berat seperti gaming panjang memang bisa membuat bodi menghangat, tapi masih dalam toleransi wajar.

Baterai 4.300 mAh adalah salah satu lompatan yang terasa nyata. Penggunaan seharian penuh dengan intensitas tinggi bukan masalah. Sayangnya Samsung masih mengunci pengisian kabel di 25W, tanpa opsi Super Fast Charging 2.0 (40W) maupun 3.0 (60W), dan tidak ada magnet terintegrasi untuk aksesori wireless. Untuk kelas flagship 2026, ini sulit dimaafkan.

Nah, yang menarik justru ada di sisi video, khususnya kalau Anda melirik Galaxy S26 Ultra. Samsung membawa fitur Galaxy LOG ke level yang lebih accessible di seri ini. Mode LOG yang merekam dalam profil warna flat untuk dynamic range lebih luas bukan hal baru, sudah hadir sejak S25 series, tapi dulu hasilnya terasa abu-abu dan membingungkan pengguna awam.

Di S26 Ultra, Samsung menambahkan lima preset warna bawaan alias LUT yang bisa dilihat secara real-time saat merekam, tanpa perlu color grading manual setelahnya. Kompas.com mencoba fitur ini saat konser One Ok Rock Detox in Asia di Jakarta, merekam momen konser dengan mode LOG lalu menerapkan LUT seperti "Blockbuster" dan "Thriller" langsung dari kamera. Hasilnya? Video fancam yang tadinya biasa berubah jadi terasa seperti potongan film konser, dengan tone warna dramatis dan atmosfer yang jauh lebih sinematik. Lighting panggung, laser, dan siluet personel band tampak lebih artistik tanpa harus membuka Adobe Premiere.

Pencapaian yang tidak kecil, terutama buat kreator konten yang selama ini hanya bisa bermimpi soal hasil video sekelas videografer profesional.

Jadi untuk siapa S26 ini? Agaknya bukan untuk mereka yang datang dari S25, S24, atau bahkan S23. Tidak ada cukup alasan untuk berpindah. Tapi jika Anda masih di Galaxy A series atau ponsel lama dari empat hingga lima generasi silam, lompatan kualitas build, performa, dan fitur video akan terasa. Besar. Galaxy S26 bukan ponsel sempurna, tapi di segmen ponsel kompak yang semakin langka, ia tetap salah satu pilihan paling masuk akal yang ada sekarang.