SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Frekuensi 6 GHz Jadi Kunci Masa Depan 5G dan Kiner...

Finansial

Frekuensi 6 GHz Jadi Kunci Masa Depan 5G dan Kinerja Emiten Telko

Alokasi spektrum upper 6 GHz kian mendesak seiring meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan. Bagi emiten telekomunikasi, kepastian regulasi ini bisa jadi katalis investasi.

5G Spectrum Mapping Explained | Streetwave

Sepanjang tahun ini, satu pertanyaan terus menggantung di benak pelaku industri telekomunikasi Indonesia: kapan kepastian spektrum datang? Pertanyaan itu kembali relevan setelah Ericsson dan Bappenas secara bersamaan menyoroti urgensi alokasi pita frekuensi upper 6 GHz sebagai fondasi infrastruktur digital jangka panjang.

Bagi investor yang menaruh portofolio di emiten telekomunikasi, ini bukan sekadar urusan teknis. Ketersediaan spektrum tambahan punya konsekuensi langsung terhadap kapasitas jaringan, efisiensi belanja modal, dan kemampuan operator meraup pendapatan dari lonjakan trafik data yang terus merangkak naik.

Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menyebut pita upper 6 GHz memiliki potensi strategis sebagai bagian dari perencanaan spektrum jangka panjang, khususnya untuk mendukung evolusi menuju 5G-Advanced dan 6G. Seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan dan layanan cloud, operator butuh ruang frekuensi yang lebih lapang agar tidak tersedak lonjakan permintaan kapasitas.

Secara global, tren ini sudah bergerak cepat. Data GSMA menunjukkan pemanfaatan jalur upper 6 GHz untuk layanan seluler telah mencakup wilayah yang merepresentasikan lebih dari 80% populasi dunia. Indonesia agaknya belum masuk hitungan itu.

Bappenas pun angkat bicara. Koordinator Bidang Ekosistem dan Ruang Digital Kementerian PPN/Bappenas Andreas Bondan Satriadi menyebut pita 6 GHz pada rentang 6.425-7.125 MHz, dengan total lebar pita 700 MHz, bisa menjadi jembatan menuju teknologi generasi berikutnya. "Jika di sini bisa diintervensi dengan pembukaan 6 GHz, itu otomatis akan menjadikan akselerator bagi industri-industri tersebut," kata Andreas, merujuk pada sektor manufaktur, pelabuhan, logistik, dan otomasi industri yang haus konektivitas latensi rendah.

Ini bukan janji kosong. Implementasi nyatanya bisa membuka peluang layanan telemedicine dan telesurgery, dua segmen yang membutuhkan kecepatan dan keandalan jaringan di luar kapasitas infrastruktur yang ada sekarang. Tidak main-main.

Bagaimana dengan 6G? Ronni menegaskan teknologinya masih berada di tahap standardisasi global. Belum ada implementasi komersial yang bisa dirasakan dalam waktu dekat, karena ekosistem ini masih memerlukan penyelarasan regulasi dan kesiapan infrastruktur di level global sebelum benar-benar diadopsi industri. Upper 6 GHz sendiri sudah dipandang sebagai kandidat penting untuk transisi ke sana.

Bagi emiten telekomunikasi domestik, variabel terpentingnya satu. Kepastian regulasi. Roadmap spektrum yang jelas dari pemerintah adalah sinyal investasi yang ditunggu-tunggu, dan tanpanya, operator kesulitan merencanakan belanja infrastruktur secara efisien, sementara analis pun susah menghitung proyeksi return yang masuk akal.

Ericsson menyatakan siap berbagi pengalaman global dan praktik terbaik dalam pengelolaan spektrum. Tawaran itu bermakna, kalau data ini bisa dipercaya, hanya jika pemerintah Indonesia bergerak cukup cepat, sebelum gap infrastruktur antara Indonesia dan negara-negara tetangga kian menganga, dan visi Indonesia Emas 2045 ternyata berdiri di atas fondasi konektivitas yang belum betul-betul kokoh.