RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Febrio Kacaribu Resmi Jadi Komisaris Non Independe...

Finansial

Febrio Kacaribu Resmi Jadi Komisaris Non Independen BNI

OJK telah memberikan persetujuan resmi atas pengangkatan Dirjen Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen PT Bank Negara Indonesia Tbk, efektif 17 April 2026.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menunjuk Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris Non Independen. Pengangkatan ini sudah mengantongi persetujuan Otoritas Jasa Keuangan lewat Surat OJK No. SR-291/PB.13/2026, tertanggal 17 April 2026. Dasar keputusannya adalah Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEPR-48/D.03/2026. Efektif sejak tanggal itu.

Penetapan jabatan ini bermula dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2025. BNI baru menyampaikan keterbukaan informasi soal efektivitas pengangkatan tersebut ke publik pada Senin, 20 April 2026.

Siapa Febrio? Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal di Kementerian Keuangan. Bukan nama baru di lingkaran kebijakan fiskal Indonesia. Rekam jejak akademisnya cukup bicara: Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia tahun 2002, dilanjutkan Master of International & Development Economics di Australian National University pada 2005, lalu Ph.D dari University of Kansas yang rampung 2014.

Penempatan pejabat Kemenkeu di kursi komisaris bank BUMN, jujur saja, bukan kejutan. Pola ini sudah lama berjalan. Pemerintah sebagai pemegang saham pengendali lazim menaruh perwakilannya di level pengawas. Posisi non independen sendiri secara regulasi memang mencerminkan afiliasi dengan pemegang saham, beda dengan komisaris independen yang harus steril dari benturan kepentingan.

Febrio bergabung ketika BBNI tengah mengonsolidasikan strategi bisnisnya. Latar belakang makroekonomi dan fiskal yang ia bawa bisa jadi modal tersendiri dalam mengawasi arah ekspansi bank, khususnya di segmen korporasi dan infrastruktur. Dua lini itu selama ini jadi penopang utama pendapatan BBNI.

Rotasi birokrasi rutin, atau sinyal kebijakan yang lebih besar? Pasar masih menunggu.