MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  EU Paksa Google Buka Android untuk AI Pesaing, Gem...

Tekno

EU Paksa Google Buka Android untuk AI Pesaing, Gemini Kehilangan Takhta

Komisi Eropa memerintahkan Google membuka akses penuh Android kepada aplikasi AI pesaing, mengakhiri status istimewa Gemini yang selama ini jadi 'warga kelas satu' di platformnya sendiri.

Uni Eropa Wajibkan Google Buka Android untuk AI Pesaing

Sejak 16 Juli, posisi Gemini di Android resmi terancam. Komisi Eropa menjatuhkan perintah kepada Google berdasarkan Digital Markets Act (DMA) yang mewajibkan raksasa teknologi asal Mountain View itu membuka akses mendalam ke sistem Android kepada aplikasi AI pesaing, akses yang selama ini jadi hak eksklusif asisten buatan Google sendiri.

Bukan sekadar akses permukaan. Google kini harus mengizinkan aplikasi AI pihak ketiga, termasuk ChatGPT maupun Claude, untuk merespons voice triggers dengan cara yang persis sama seperti Gemini. Pengguna Android di Uni Eropa nantinya bisa memanggil asisten pilihan mereka lewat wake words serupa. Lebih jauh, pesaing juga harus diberi kemampuan menyelesaikan tugas lintas aplikasi, mengakses konteks dari sensor perangkat, hingga menyentuh model AI on-device dan sumber daya perangkat keras yang selama ini cuma milik Gemini.

1 Agustus 2027. Itu tenggat waktunya. Bukan singkat, tapi konsekuensinya nyata kalau meleset.

Google tidak menyambut ini dengan lapang dada. Perusahaan memperingatkan bahwa pembukaan akses yang terlalu lebar bisa membahayakan privasi pengguna, keamanan siber, dan perlindungan data. Komisi Eropa, agaknya sudah menduga respons semacam ini, memasukkan klausul bahwa hanya perusahaan yang memenuhi persyaratan tertentu yang berhak mendapat akses, dan Google masih bisa melakukan asesmen risiko sebelum memberikannya.

Ini bukan serangan pertama DMA terhadap ekosistem Google. Sebelumnya, EU sudah memaksa Android membuka diri untuk toko aplikasi pihak ketiga. Kini regulator membidik sesuatu yang lebih dalam: keunggulan kompetitif yang dibangun Google di atas platformnya sendiri. Gemini, boleh dibilang, selama ini bertarung di lapangan yang ia rancang sendiri.

Bandingkan dengan nasib Apple. Ketika DMA menuntut Cupertino memberikan akses setara kepada layanan AI pesaing ke Siri dan iOS, Apple menghabiskan berbulan-bulan menegosiasikan proposal alternatif, semuanya ditolak regulator. Hasilnya lebih ekstrem: Apple mengonfirmasi Siri AI tidak akan hadir saat iOS 27 diluncurkan di kawasan EU, tanpa kepastian kapan fitur itu akan tiba. Google mengambil arah sebaliknya. Membangun, bukan menarik diri.

Bagi pengguna Android di EU, praktis belum ada yang berubah hari ini. Gemini tetap bertakhta sampai 2027. Hitung mundur itu, bagaimanapun, sudah berjalan.

Soal dompet, ada satu hal yang layak dicermati, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya. Beberapa fitur Gemini paling canggih, seperti otomatisasi layar, sudah terikat paywall berdasarkan tier langganan. Kalau ChatGPT atau Claude membangun integrasi serupa di Android, pola bisnis yang sama kemungkinan besar akan berlaku. Di sinilah pemain AI asal China seperti DeepSeek, Kimi, atau MiniMax bisa mengacaukan perhitungan. Biaya operasional mereka bisa sepuluh hingga seratus kali lebih murah dibanding model-model Barat, dan begitu akses Android yang setara tersedia, fungsionalitas serupa bisa datang dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Pertanyaannya, apakah itu benar-benar akan terjadi? Masih terlalu dini untuk bilang pasti. Yang sudah pasti: Google tidak lagi bisa memutuskan itu sendirian.