MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Empat Bank Jumbo Raup Rp62 T, BMRI Paling Kencang...

Finansial

Empat Bank Jumbo Raup Rp62 T, BMRI Paling Kencang Tumbuh

Laba bersih empat bank besar Indonesia menembus Rp62,06 triliun per April 2026, naik 8,34% YoY. Bank Mandiri jadi motor pertumbuhan dengan laba melesat 18,9% dan kredit tumbuh di atas rata-rata industri.

Bank Besar Masih Cetak Cuan Tebal - Halaman all

Empat bank terbesar Indonesia kompak mencetak laba tebal sepanjang empat bulan pertama 2026, meski tekanan margin dan ketidakpastian ekonomi global belum juga reda. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) secara agregat membukukan laba bersih gabungan Rp62,06 triliun per April 2026, tumbuh 8,34% dari Rp57,28 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari keempat nama itu, BMRI tampil paling agresif. Laba bersih bank berlogo pita emas ini tercatat Rp18,1 triliun per 30 April 2026, melonjak 18,9% secara tahunan. Angka itu jauh melampaui rata-rata agregat grup. Mesin bisnis Mandiri, boleh dibilang, sedang berjalan pada gigi tertinggi.

Total aset BMRI menggelembung menyentuh Rp2.245 triliun, naik 16,2% YoY dari posisi Rp1.933 triliun setahun sebelumnya. Ekspansi double digit di siklus suku bunga tinggi. Bukan angka yang bisa diabaikan.

Penyaluran kredit pun melaju kencang, tumbuh 18,5% YoY menjadi Rp1.550 triliun, melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Pembiayaan mengalir ke sektor produktif di semua segmen, dari korporasi besar hingga pelaku UMKM yang menjadi penggerak ekonomi nasional. "Bank Mandiri terus memperluas akses layanan finansial yang nyaman dan menyeluruh bagi masyarakat, sekaligus menjaga keunggulan berkelanjutan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga tumbuh 16,6% YoY menjadi Rp1.650 triliun, naik dari Rp1.415 triliun pada April 2025. Pertumbuhan DPK yang seiring dengan ekspansi kredit menunjukkan likuiditas terjaga, bukan ekspansi ugal-ugalan yang bikin investor khawatir soal funding gap. Dua platform digital andalan perseroan, Livin' by Mandiri untuk segmen ritel dan Kopra by Mandiri untuk korporasi, berperan sebagai penggerak utama transaksi sekaligus penghimpun dana.

Disiplin pengelolaan risiko, menurut Novita, tetap menjadi fondasi di balik ekspansi yang agresif ini. "Diversifikasi sumber pendapatan dan disiplin pengelolaan risiko terus kami jaga untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah situasi yang menantang," imbuhnya. Klaim yang masih perlu dibuktikan lewat angka NPL, yang belum dirilis secara lengkap dalam laporan ini.

Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bisa dipertahankan? BMRI menegaskan komitmen mendukung program prioritas pemerintah: KUR, Program Makan Bergizi Gratis, penguatan UMKM, hilirisasi, hingga pemberdayaan koperasi dan BUMDes. Deretan program itu bukan sekadar narasi CSR, melainkan cerminan bagaimana Mandiri memosisikan diri sebagai perpanjangan tangan kebijakan fiskal negara. Bagi pemegang BMRI, pertumbuhan laba 18,9% jelas jadi kabar segar. Yang perlu dicermati: apakah kualitas kredit yang melesat 18,5% itu ikut terjaga, atau justru menyimpan kejutan di laporan berikutnya.