Dua emiten debutan kompak menyentuh auto-reject atas pada hari perdana mereka di Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/7), pencapaian yang agaknya tidak dinikmati banyak IPO saat IHSG sedang tidak dalam kondisi terbaiknya.
EMMI dan BACH meroket masing-masing 24,47% dan 24,43% pada sesi pembukaan. Di level harga, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) bertengger di Rp565 per lembar dari harga IPO Rp470, sementara PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melesat ke Rp550 dari harga penawaran Rp442. Keduanya meraih ARA saat IHSG justru melemah 0,18% ke 5.939,02. Bukan hari yang buruk sama sekali.
BAKH tampaknya langsung digeber sejak bel pembukaan, menyentuh ARA tanpa basa-basi. EMMI sedikit berbeda: sempat mencapai batas atas sekitar pukul 09.58 WIB, lalu terkoreksi hingga 10.30 WIB. Entah kebetulan atau tidak, koreksi sesaat itu bisa jadi cerminan aksi ambil untung cepat dari investor yang masuk di harga penawaran.
Total dana yang diraup keduanya menembus Rp517 miliar. EMMI melepas 522,86 juta saham baru, setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO, menghimpun Rp245,74 miliar. BACH menawarkan 615 juta saham baru yang setara 15,06% dari total modal, meraup Rp271,83 miliar.
Penggunaan dananya cukup terstruktur, meski porsi pelunasan utang mencolok di keduanya. EMMI mengalokasikan Rp50 miliar untuk membayar sebagian pokok pinjaman, sekitar 6,4% untuk belanja modal berupa pembangunan pabrik di Cikupa, dan porsi terbesar sekitar 72,3% sebagai modal kerja termasuk pembelian bahan baku dan kebutuhan proyek. BACH sedikit lebih agresif di sisi utang: Rp91,02 miliar diarahkan untuk melunasi sebagian fasilitas Omnibus Revolving Loan dari PT Bank Permata Tbk yang ditarik antara Januari hingga Maret 2026. Sisanya masuk ke pembelian genset yang akan dipasarkan dan disewakan.
Dua emiten dari sektor berbeda, kesehatan dan penyewaan peralatan, sama-sama disambut antusias pasar. Pertanyaannya, berapa lama euforia ini bertahan? Pasar sudah tidak sekali-dua kali menyaksikan saham yang ARA di hari pertama lalu nyangkut panjang setelahnya. Kalau data hari ini bisa dijadikan sinyal, fundamental keduanya yang akan jadi penentu.