Harga emas spot ditutup di US$ 4.556,84 per ons pada perdagangan Jumat (29/5/2026), naik 1,5% dalam sehari. Sehari sebelumnya, logam ini sempat tersungkur ke US$ 4.365,76, level terendah dalam dua bulan. Kontrak berjangka Agustus di bursa AS turut menguat 1,3% ke US$ 4.593 per ons.
Katalisnya bukan dari data ekonomi. Laporan bahwa Washington dan Teheran mendekati kesepakatan perpanjangan gencatan senjata, mencakup potensi pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian program nuklir Iran, langsung menekan dolar AS dan memberi ruang bagi emas untuk bangkit. Donald Trump menyatakan keputusan akan segera diambil. Pasar pun bergerak.
"Emas bangkit dari level support teknikal penting, sementara harapan perpanjangan gencatan senjata menekan dolar dan minyak, yang keduanya mendukung emas," ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar Blue Line Futures. Indeks dolar tercatat menuju pelemahan mingguan, yang secara otomatis membuat emas terlihat lebih terjangkau bagi pembeli luar AS.
Tapi satu hari hijau tidak menghapus sebulan penuh tekanan. Secara bulanan, harga spot masih amblas lebih dari 1%. Penyebabnya lumayan struktural: inflasi AS pada April terkerek ke level tertinggi dalam tiga tahun, sebagian besar dipicu lonjakan harga energi imbas konflik Iran. Angka itu mempersulit Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Higher for longer, istilah yang kini sudah jadi mantra pasar, menjadi beban paling berat bagi emas karena logam ini tidak menghasilkan imbal hasil. Kalau data ini bisa dipercaya, tekanan dari sisi suku bunga agaknya belum akan mereda dalam satu-dua kuartal ke depan.
Dari sisi permintaan fisik, kondisinya tidak lebih cerah. India masih lesu. Harga yang tinggi ditambah beban bea impor membuat masyarakat menahan diri. Di China, premi emas menyempit karena sentimen pembelian yang hati-hati. Dua konsumen terbesar dunia kompak mengerem. Bukan sinyal yang bagus.
Bagaimana logam mulia lainnya? Perak relatif bertahan di US$ 75,62 per ons dan masih berpeluang mencetak kenaikan bulanan. Platinum terkoreksi tipis 0,3% ke US$ 1.917,65. Yang paling babak belur justru palladium: turun 1,1% ke US$ 1.352,24 dalam sehari, dan melorot lebih dari 11% sepanjang bulan ini. Masif.
Pertanyaannya, apakah reli Jumat ini punya kaki yang cukup panjang? Level US$ 4.365 yang sempat tersentuh bisa jadi acuan support untuk mengukur risiko posisi. Selama Fed belum memberi sinyal pemangkasan yang konkret, pola yang berlaku kemungkinan masih serupa: dua langkah maju, satu langkah mundur. Investor yang memegang emas, baik fisik maupun instrumen digital, tahu betul siklus ini. Kesabaran, bukan keberanian, yang paling dibutuhkan sekarang.