SENIN, 19 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Emas Antam Rp 2.670.000 per Gram, Buyback Ikut Ker...

Finansial

Emas Antam Rp 2.670.000 per Gram, Buyback Ikut Kerek Naik

Harga emas Antam melonjak Rp 31.000 per gram pada Jumat (4/9/2026), sementara di Pegadaian seluruh produk emas kompak naik. Spread antara harga jual dan buyback masih cukup lebar untuk dicermati investor.

Harga Emas Antam Lompat Tinggi!

Harga emas Antam produksi Logam Mulia tercatat Rp 2.670.000 per gram pada Jumat (4/9/2026), naik Rp 31.000 dari sehari sebelumnya. Kenaikan ini sekaligus mendorong harga ke titik tertinggi dalam sebulan terakhir, melampaui batas atas rentang bulanan yang sebelumnya berkisar Rp 2.599.000 hingga Rp 2.670.000 per gram.

Di Pegadaian, harga emas Antam terpantau lebih tinggi: Rp 2.711.000 per gram, naik Rp 32.000 dari posisi sebelumnya. Selisih antara dua saluran distribusi resmi ini agaknya mencerminkan struktur margin masing-masing platform, bukan anomali yang perlu dikhawatirkan.

Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian ikut bergerak. Galeri 24 naik Rp 22.000 ke level Rp 2.616.000 per gram. UBS tercatat Rp 2.659.000 per gram setelah terkerek Rp 30.000. Kompak, dan itu sinyal bahwa tekanan beli memang terjadi merata, bukan hanya pada satu merek.

Satu angka yang patut dicermati bagi yang mempertimbangkan masuk sekarang: harga buyback. Antam di Logam Mulia menetapkan buyback Rp 2.523.000 per gram, naik Rp 31.000 seiring kenaikan harga jual. Di Pegadaian, buyback emas Antam dan UBS masing-masing Rp 2.448.000 per gram, sementara Galeri 24 dipatok Rp 2.470.000. Artinya, investor yang masuk hari ini harus menanggung spread Rp 147.000 hingga Rp 263.000 per gram sebelum bisa balik modal dari sisi harga saja, belum termasuk pajak.

Bicara pajak, aturan mainnya tetap berlaku. Berdasarkan PMK Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenai PPh 22 sebesar 0,9%. Menyertakan NPWP bisa memangkas tarif itu menjadi 0,45%. Bukan angka besar per transaksi, tapi kalau akumulasi pembelian sudah di ratusan gram, selisihnya lumayan.

Volatilitas sepekan terakhir cukup mengejutkan. Rp 2.262.000 hingga Rp 2.670.000, selisih lebih dari Rp 400.000 hanya dalam tujuh hari. Bagi trader jangka pendek, ini peluang yang tidak datang setiap saat. Bagi investor yang masuk di titik rendah pekan lalu, selamat.

Kenaikan hari ini belum tentu berlanjut linier. Selama sentimen global terhadap aset safe haven masih solid, emas Antam punya alasan untuk setidaknya bertahan di level ini, kalau data ini bisa dipercaya.