Emas Antam Logam Mulia kembali menguat. Harga satuan 1 gram per Sabtu (4/7/2026) pagi tercatat Rp2.670.000 per batang di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, naik Rp19.000 dari posisi Rp2.651.000 pada sesi perdagangan Jumat sebelumnya.
Bukan kenaikan sesaat. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, emas Antam sudah terkerek Rp45.000 secara kumulatif, sinyal bahwa tekanan beli belum mereda. Harga buyback pun ikut terangkat, dari Rp2.400.000 menjadi Rp2.429.000 per gram, naik Rp29.000 dalam sehari.
Di gerai Pegadaian, situasinya berbeda cerita. Ketiga merek yang dipasarkan, yakni Antam, UBS, dan Galeri 24, kompak stagnan pada hari yang sama. Emas Antam 1 gram di Pegadaian dibanderol Rp2.758.000, lebih mahal dari harga di butik resmi Antam karena sudah termasuk komponen distribusi dan margin gerai. UBS 1 gram dilepas di Rp2.661.000, sedangkan Galeri 24 menjadi pilihan paling terjangkau di Rp2.648.000 per gram.
Selisih harga antar merek cukup mencolok begitu masuk pecahan besar. Untuk ukuran 100 gram, Antam dihargai Rp269.685.000, UBS Rp258.437.000, dan Galeri 24 Rp257.275.000. Beda Rp12 jutaan untuk produk dengan kandungan emas yang setara, agaknya cukup untuk membuat pembeli berpikir dua kali sebelum memilih merek mana yang masuk tas.
UBS dan Galeri 24 tersedia hingga pecahan 500 gram, dengan UBS menyentuh Rp1,29 miliar per keping. Galeri 24 bahkan menyediakan pecahan 1.000 gram seharga Rp2,57 miliar. Jelas bukan untuk investor ritel biasa.
Bagi yang memilih instrumen tabungan emas, harga beli tercatat Rp25.660 per 0,01 gram. Harga jual ke Pegadaian berada di Rp24.370 per 0,01 gram. Spread sekitar Rp1.290 per 0,01 gram itu patut dicermati, terutama bagi yang suka keluar-masuk posisi terlalu sering.
Satu hal yang kerap luput: pajak. Pembelian emas batangan Antam dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25% untuk pemegang NPWP dan 0,5% bagi non-NPWP. Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, tarifnya melonjak, 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi yang tidak punya. Bagi sebagian orang, biaya ini sering tidak masuk hitungan saat membandingkan return emas dengan instrumen lain. Pertanyaannya, berapa banyak yang benar-benar sadar sebelum transaksi?
Dengan tren penguatan yang sudah berlangsung beberapa hari, momentum ini bisa jadi berlanjut menembus Rp2.700.000 pekan depan, atau ini sekadar rebound sesaat sebelum konsolidasi. Pasar yang akan menjawab.