SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Elon Musk Curi Panggung di KTT AS-Tiongkok, dari S...

Bisnis

Elon Musk Curi Panggung di KTT AS-Tiongkok, dari Selfie Janggal hingga Putranya Berkostum Naga

Di tengah protokol diplomatik paling ketat di Beijing, Elon Musk justru jadi bintang media sosial lewat ekspresi wajah ajaib saat foto bareng bos Apple dan Xiaomi, plus penampilan putranya yang bikin semua orang melongo.

Aksi Spontan Elon Musk Curi Perhatian di Beijing

Bayangkan berada di Great Hall of the People, salah satu venue paling mewah sekaligus paling kaku protokolnya di dunia, lalu kamera justru lebih banyak menangkap seorang bocah berkostum naga dan ekspresi wajah aneh sang miliarder ketimbang jabat tangan para pemimpin negara. Itulah yang terjadi di sela-sela KTT AS-Tiongkok pekan ini.

Elon Musk hadir di Beijing sebagai bagian dari delegasi eksekutif Amerika Serikat yang mendampingi Presiden Donald Trump dalam pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping. Bukan nama kecil yang ikut: Tim Cook dari Apple dan Jensen Huang dari Nvidia ada di rombongan yang sama. Tapi entah kebetulan atau tidak, Musk lagi-lagi yang paling banyak dibicarakan.

Foto bersama Musk dengan Tim Cook dan Lei Jun, pendiri Xiaomi, dalam perjamuan negara segera viral di sejumlah platform. Ekspresi wajahnya saat berfoto bersama kolega bisnis itu, agaknya tidak bisa disebut "formal" dengan cara apapun, langsung memantik gelombang meme. Bukan kali pertama wajah Musk menjadi konten tersendiri. Tapi konteksnya kali ini lebih absurd dari biasanya: ini acara kenegaraan, bukan konferensi teknologi Silicon Valley.

Belum cukup. Dalam klip lain yang beredar luas, Musk terlihat berputar-putar di ruang pertemuan sembari merekam kemegahan interior Great Hall dengan kameranya. Gestur yang, jujur saja, lebih cocok dilakukan turis Barat yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Beijing ketimbang eksekutif paling berpengaruh di planet ini.

Sensasi lain datang dari sosok yang bahkan belum genap masuk sekolah dasar. X Æ A-Xii, atau "X", putra Musk yang kini menjadi salah satu anak paling terkenal di dunia, muncul di tengah kerumunan protokol ketat dengan penampilan yang sama sekali tidak senada: rompi sutra tradisional Tiongkok dan tas berbentuk naga. Di antara setelan jas hitam para pemimpin dunia, bocah itu tampak seperti karakter animasi yang nyasar ke forum geopolitik. Musk sendiri, saat ditanya awak media, menjawab singkat bahwa anaknya sedang belajar bahasa Mandarin. Satu kalimat. Habis perkara.

Kepentingan bisnis Musk di Tiongkok terlalu besar untuk diabaikan begitu saja. Tesla mempertahankan pabrik raksasanya di Shanghai sebagai salah satu tulang punggung produksi global, dan pasar Tiongkok tetap krusial kala persaingan EV makin brutal. Kehadiran Musk dalam delegasi ini bukan sekadar mendampingi Trump, melainkan misi tersendiri untuk merawat hubungan dengan Beijing. Pertanyaannya, berapa lama keseimbangan itu bisa dijaga?

Musk memang sudah lama tahu cara memainkan dua papan catur sekaligus: satu papan untuk politik, satu lagi untuk algoritma media sosial. Di Beijing pekan ini, keduanya ia hajar dalam satu kunjungan.