SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Dyson HushJet Mini Cool Fan: 212 Gram, 65.000 RPM,...

Tekno

Dyson HushJet Mini Cool Fan: 212 Gram, 65.000 RPM, dan Janji Senyap di Terik Siang

Dyson resmi memperkenalkan kipas portabel pertamanya, HushJet Mini Cool Fan, menggabungkan motor 65.000 RPM dan bobot hanya 212 gram dalam satu perangkat mungil.

212 gram. Segitu bobotnya.

Lebih ringan dari sebotol air minum 250 ml, tapi di dalamnya ada motor tanpa sikat yang berputar sampai 65.000 RPM. Dyson baru saja memperkenalkan HushJet Mini Cool Fan, kipas portabel pertama yang mereka buat setelah 17 tahun berkutat dengan teknologi pengelolaan aliran udara. Langkah ini agaknya bukan sekadar diversifikasi produk biasa, eh, bukan sekadar diversifikasi produk biasa. Dyson sedang membuktikan bahwa keahlian mereka sama relevannya di genggaman tangan seseorang yang kepanasan di jalanan seperti di ruang tamu atau kamar mandi.

Soal performa, angkanya tidak main-main. Motor DC tanpa sikat itu mampu menghasilkan hembusan udara hingga 25 meter per detik. Lima tingkat kecepatan tersedia, plus mode Boost untuk situasi darurat panas ekstrem. Kebisingan diklaim berada di rentang 52 dBA sampai 72,5 dBA, angka yang, kalau dibuktikan di lapangan, cukup bersahabat untuk dipakai di ruang publik.

Komponen berdiameter 38 mm yang tertanam di dalamnya bukan angka sembarangan. Ukuran itu sama persis dengan yang dipakai pada Dyson Supersonic r, pengering rambut ikonik mereka. Tim insinyur Dyson menjadikan angka ini semacam standar efisiensi ruang internal, cara mereka mengemas tenaga besar ke dalam dimensi kecil. Ibarat memasukkan mesin jet ke dalam kotak pensil.

Ada inovasi lain yang layak dicermati: teknologi nasel HushJet, yang dirancang memfokuskan aliran udara sekaligus menekan turbulensi. Turbulensi, bagi yang belum tahu, adalah biang kerok kebisingan pada kipas konvensional.

Tiga mode penggunaan tersedia, bisa digenggam, diletakkan di meja, atau dikenakan di leher tanpa perlu dipegang sama sekali. Baterai 5.000 mAh diklaim tahan hingga enam jam, dan mengisi ulangnya via USB-C butuh sekitar tiga jam. Dalam paket penjualan sudah termasuk Neck Dock, dudukan pengisi daya, dan travel pouch.

Warna? Tiga pilihan: Ink/Cobalt, Carnelian/Sky, dan Stone/Blush. Pilihan terakhir, kata tim desain Dyson, terinspirasi dari estetika mutiara.

Untuk pasar Indonesia, belum ada kepastian. Calon pembeli disarankan daftar di situs resmi Dyson untuk kabar soal harga dan jadwal ketersediaan. Bisa jadi menunggu agak lama. Tapi musim panas di sini, kalau kamu perhatikan, tidak pernah benar-benar selesai.